Samarinda — Kepolisian menyiagakan 1.202 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik Lebaran di Kota Samarinda. Ribuan aparat tersebut diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2026 dan ditempatkan di sejumlah titik yang menjadi pusat pergerakan masyarakat.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, personel yang dilibatkan berasal dari berbagai unsur, mulai dari Polresta Samarinda, Kodim 0901 Samarinda, Denpom, Satbrimob Polda Kaltim, hingga instansi pemerintah daerah.

“Kami mengerahkan seluruh kekuatan agar masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman,” kata Hendri, Kamis.

Pengamanan difokuskan pada sepuluh titik strategis di kota ini. Aparat ditempatkan di satu pos pelayanan terpadu, tiga pos pelayanan, empat pos pengamanan, serta dua pos pengawasan di terminal.

Pos pelayanan terpadu berada di Taman Samarendah dan beroperasi selama 24 jam. Posko ini menjadi pusat koordinasi pengamanan selama Operasi Ketupat berlangsung.

Sementara itu, tiga pos pelayanan ditempatkan di Bandara APT Pranoto, Pelabuhan Nusantara, serta Exit Tol Palaran. Ketiga titik ini dipilih karena menjadi jalur utama keluar masuk pemudik.

Pengamanan juga dilakukan di kawasan pusat perbelanjaan. Empat pos pengamanan disiapkan di Big Mall, Samarinda Square, Pasar Pagi, dan Samarinda Central Plaza untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung serta potensi tindak kriminal.

“Selain itu, pergerakan penumpang jalur darat turut dipantau melalui pos pengamanan di Terminal Bus Sungai Kunjang dan Terminal Samarinda Seberang,” imbuhnya.

Operasi Ketupat 2026 di wilayah Samarinda berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Setelah itu, kepolisian tetap melanjutkan kegiatan rutin yang ditingkatkan hingga 29 Maret guna mengantisipasi arus balik Lebaran.

Polresta Samarinda juga menyediakan layanan penitipan kendaraan gratis bagi masyarakat yang mudik. Fasilitas tersebut tersedia di markas Polresta maupun di sejumlah kantor polsek.

“Kami mengimbau warga yang mudik memastikan rumah dalam kondisi aman, pintu terkunci, serta kompor sudah dimatikan untuk mencegah kebakaran,” ujar Hendri.

Selama periode mudik, patroli kepolisian juga ditingkatkan di kawasan permukiman guna mengantisipasi tindak kejahatan terhadap rumah yang ditinggalkan pemiliknya.