BERAU – Satuan Lalu Lintas Polres Berau memaparkan capaian Operasi Keselamatan Mahakam 2026 dalam konferensi pers yang digelar Senin (23/2/2026). Hasilnya, situasi lalu lintas di wilayah Berau dinilai lebih terkendali dibanding periode sebelumnya.
Kepala Satlantas Polres Berau, Rhondy Hermawan, menyebut tidak ada lonjakan angka kecelakaan selama operasi yang berlangsung sejak pertengahan Januari hingga awal Februari itu.
“Puji syukur, selama operasi berjalan angka kecelakaan bisa ditekan. Tidak ada peningkatan yang signifikan. Artinya, upaya pencegahan dan penegakan hukum cukup efektif,” ungkapnya.
Operasi ini difokuskan pada peningkatan disiplin pengendara sekaligus menciptakan kondisi aman menjelang Idulfitri. Meski angka kecelakaan stabil, jumlah pelanggaran yang ditindak justru mengalami kenaikan. Hal tersebut dipengaruhi optimalisasi penggunaan ETLE Mobile Handheld yang kini aktif digunakan di lapangan.
Dengan perangkat tersebut, petugas dapat langsung merekam pelanggaran kasat mata dan memprosesnya menjadi tilang elektronik di tempat. Selain itu, teguran simpatik juga tetap diberikan, khususnya bagi pelanggaran ringan seperti tidak memakai helm atau kelengkapan administrasi kendaraan.
“Kami tetap mengedepankan sisi humanis. Tapi kalau sudah berulang kali melanggar, tentu akan kami tindak tegas,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, Satlantas memberi perhatian khusus pada balap liar dan penggunaan knalpot tidak sesuai standar. Dari total 50 kendaraan yang diamankan, hampir seluruhnya terkait penggunaan knalpot brong.
“Sekitar 49 kasus berkaitan dengan knalpot brong. Kendaraan kami amankan selama tiga bulan agar ada efek jera,” jelas Rhondy.
Ia menambahkan, penindakan tersebut telah dikoordinasikan dengan pihak pengadilan dan kejaksaan. Dukungan masyarakat juga dinilai cukup membantu, terutama melalui laporan yang masuk ke layanan darurat 110.
Untuk balap liar, aktivitas ini umumnya muncul pada malam hingga dini hari, terutama di kawasan Tepian dan sekitar Masjid Agung. Namun, intensitasnya diklaim menurun berkat patroli rutin yang digencarkan, khususnya selama Ramadan.
“Pelakunya kebanyakan usia produktif, dari remaja sampai sekitar 30–40 tahun. Kalau masih di bawah umur, kami panggil orang tuanya untuk pembinaan,” katanya.
Ke depan, Satlantas Polres Berau akan memperkuat kampanye keselamatan melalui gerakan helmisasi dengan slogan “Tiada Hari Tanpa Helm”. Selain itu, komitmen zero knalpot brong dan zero balap liar juga terus digaungkan.
Pengembangan ETLE statis pun masih dalam tahap koordinasi dengan Korlantas Polri dan pemerintah daerah, dengan target bisa terealisasi paling lambat tahun depan.
Menutup keterangannya, Rhondy mengingatkan masyarakat agar selalu melengkapi administrasi kendaraan dan mematuhi aturan lalu lintas.
“Kami berharap kesadaran ini terus meningkat. Keselamatan di jalan adalah kepentingan bersama,” pungkasnya.(*)

