TANJUNG REDEB – Hingga hari ini pencarian anak tenggelam, R (13) di Sungai Kelay masih terus berlanjut. Bahkan, tim gabungan memaksimalkan dua hari kedepan yang menjadi golden time waktu pencarian.
“Kami maksimalkan untuk sampai dengan 7 hari setelah hari ini. Tapi karena golden time kita tinggal 2 hari ya, jangan sampai median tubuh gasnya pecah dan korban kembali tenggelam,” jelas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Berau, Nofian Hidayat ditemui di sela-sela pencarian, Jumat (29/8/2025).
Untuk metode pencarian yang dipergunakan saat ini adalah hanya metode visual. Dengan radius Sampai dengan 3 km ke arah hilir, sebelah kiri mengarah hilir dengan personil masing-masing terdiri dari tim gabungan yang ada.
“Untuk kondisi korban sudah status meninggal dunia (MD). Proses pencariannya tadi dimulai jam 10.00 WITA sampai sekarang sudah memakan waktu 40 jam. Metode pencarian secara visual, sedangkan untuk metode diving dan metode tradisional mancing tidak digunakan,” bebernya.
Di situasi saat ini, tim gabungan lebih terfokus untuk pencarian korban. Nanti setelah ditemukan rehabilitasi rekonstruksinya baik itu dari korban maupun keluarga, diserahkan ke kelurahan setempat yakni Kelurahan Karang Ambun, dan diurus sampai dengan kegiatan Fardu Kifayahnya.
Basarnas yang masuk dalam tim gabungan juga sepakat untuk melakukan pencarian korban di seputaran permukaan air. Karena untuk melakukan diving tidak mungkin, dan menurut laporan itu kan kejadian hari Rabu (27/8/2025) sore, sedangkan laporannya diterima hari Kamis dan pencarian dimulai pada hari ini masuk ke hari ketiga.
Jadi indikasi bahwasannya korban sudah lebih dari 30 atau 36 jam, korban itu sudah mulai tenggelam. Dan posisi tenggelamnya sudah diketahui. Namun karena adanya arus pasang surut, tidak kuat naik ke atas dan otomatis arus yang paling kencang itu arus surut.
Jadi kemungkinan dari arus tersebut bisa dibaca, bisa diperkirakan bahwasannya si korban ini sudah turun ke bawah sekitar kurang lebih 3 kilo. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa arus yang dibawah atau di persimpangan itu kan pertemuan arus, yang memungkinkan bisa jadi membawa korban ke arah hilir lebih jauh, atau ada di pinggiran-pinggiran seputaran arus yang ada. Sedangkan untuk kedalaman posisi korban tidak bisa dipastikan. Karena kontur sungai yang tidak rata.
Terpisah, Lurah Karang Ambun, Muliana, yang ikut dalam tim pencarian bersama warga menjelaskan jika informasi yang diterimanya baru Kamis. Sehingga pencarian baru bisa dilakukan Kamis malam.
“Kalau kami karena baru tahu infonya kemarin termasuk dari ibu korban, makanya laporan dari RT ke pihak kelurahan secara berjenjang. Dan itu sudah kami telusuri, sudah ada dari kemarin dari TNI, Polri, Polairud juga, kalau BPBD baru hari ini karena SOP-nya katanya malam tidak boleh, jadi kami kemarin sampai mendekati maghrib melakukan pencarian di sekitar sini,” terangnya. (mel)