Tanjung Redeb – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, resmi melantik Kepala Kampung Long Suluy, Muhammad Ambi, dan Kepala Kampung Biduk-Biduk, Ary Gunawan. Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya profesionalitas, tanggung jawab, serta penguatan tata kelola pemerintahan kampung.
Ia meminta para penjabat kampung segera membangun koordinasi dengan Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) dan seluruh lembaga kemasyarakatan seperti LPM, RT, PKK, Posyandu, serta Karang Taruna. Menurutnya, hubungan kerja yang solid menjadi pondasi untuk memajukan kampung dan memberdayakan masyarakat berbasis potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada.
Bupati juga menekankan pentingnya memaksimalkan peran pendamping profesional, seperti Pejuang SIGAP Sejahtera, Pendamping Desa, dan Pendamping Lokal Desa, dalam memfasilitasi dan mengawal penyelenggaraan pemerintahan kampung.
Sri Juniarsih secara khusus menginstruksikan agar kedua Kepala Kampung memberikan perhatian serius pada penyelesaian SPJ APBK 2025 serta mengawal tuntas penyusunan APBK 2026. Ia menegaskan bahwa pengelolaan anggaran bersih, akuntabel, dan tepat sasaran sangat menentukan arah pembangunan kampung.
“Kelola dana transfer seperti Dana Desa, ADK, Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah, serta bantuan keuangan provinsi dan kabupaten secara baik dan benar. Kedepankan prinsip kehati-hatian agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegasnya.
Bupati juga meminta penjabat kampung mendukung program pemerintah pusat, salah satunya pembangunan Koperasi Merah Putih. Secara khusus, ia menargetkan penyelesaian fisik gedung koperasi tersebut rampung pada 31 Januari 2026.
Dalam kesempatan itu, Bupati mengingatkan status perkembangan masing-masing kampung. Kampung Long Suluy saat ini masih berstatus Kampung Berkembang, sementara Kampung Biduk-Biduk telah berstatus Mandiri. Ia meminta kedua penjabat melakukan langkah strategis sesuai potensi lokal.
Long Suluy memiliki potensi pertanian, perkebunan, perikanan, budaya, serta tambang emas tradisional melalui aktivitas menambang di sungai. Sementara Biduk-Biduk memiliki kekuatan besar pada sektor perikanan dan pariwisata yang sudah dikenal luas.
“Seluruh potensi ini harus terus dikembangkan demi tercapainya kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai pemerintah kampung dan masyarakat hanya menjadi penonton di kampung sendiri,” ujarnya.
Sri Juniarsih menutup sambutannya dengan harapan agar para Kepala Kampung dapat menjalankan amanah sisa masa jabatan dua tahun ke depan dengan profesional dan penuh tanggung jawab untuk memajukan, memandirikan, serta mensejahterakan masyarakat kampung. (Dvn).


