BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau terus menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam pembangunan kampung.
Melalui konsep pentahelix, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) mendorong agar seluruh elemen, pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media terlibat aktif dalam mendorong kemajuan di tingkat kampung.
Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan kampung tidak bisa dicapai hanya dengan mengandalkan pemerintah.
Kolaborasi dinilai menjadi syarat mutlak agar program-program pembangunan dapat berjalan efektif.
“Pentahelix itu penting, dan memang wajib dalam kampung,” ujarnya.
Menurut Tenteram, kehadiran swasta menjadi salah satu faktor yang semakin krusial. Dukungan swasta dapat hadir dalam bentuk pendampingan usaha, dukungan modal, hingga membuka akses pemasaran bagi produk unggulan kampung.
Peran akademisi dan media juga disebut membantu mendorong inovasi serta memperluas penyebaran informasi pembangunan.
Ia menambahkan bahwa pembangunan kampung juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat agar kegiatan yang direncanakan dapat berjalan sesuai kebutuhan. Dengan keterlibatan semua pihak, pembangunan tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi warga desa.
Konsep pentahelix juga dinilai relevan dengan arah kebijakan pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi kampung.
Pengembangan potensi lokal seperti pertanian, kerajinan, perikanan, atau pariwisata membutuhkan dukungan teknis berkelanjutan yang tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri.
Tenteram berharap penerapan kolaborasi pentahelix dapat mempercepat tercapainya kampung mandiri di Berau.
Tentunya melalui dukungan dan koordinasi lintas sektor, Tenteram optimistis kampung-kampung mampu mengembangkan potensi unggulannya dan menciptakan ekonomi lokal yang lebih tangguh.
GIT/ADV


