BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau terus mencari solusi kreatif untuk mempercepat digitalisasi kampung di wilayah pedalaman. Salah satu upaya yang kini dilakukan adalah pengembangan jalur alternatif penyaluran sinyal bagi kampung-kampung di daerah tinggi yang sulit dijangkau jaringan konvensional.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi, menjelaskan bahwa pihaknya sempat mencoba menarik sinyal ke wilayah Kelai dengan memanfaatkan jaringan dari kampung terdekat.

“Tadinya kami mengambil sinyal itu dari Merasa, ditarik ke Kelai. Nggak nyampe, nggak tembus,” ujarnya.

Meskipun tidak berhasil, upaya itu menjadi dasar evaluasi untuk penataan jaringan berikutnya.

Menurut Didi, kondisi geografis Kelay yang dikelilingi kawasan tinggi membuat jalur sinyal harus dimodifikasi. Salah satu alternatif adalah mengambil koneksi dari arah Wahau, namun hal itu juga memerlukan tambahan perangkat.

“Wahau ternyata perlu tambaha pemancar tower mini. Tapi untuk menggunakan itu perlu 11 tower,” ungkapnya.

Meski teknisnya cukup menantang, terutama karena medan yang sulit, Diskominfo tetap melihat peluang pengembangan jaringan internet di wilayah tersebut. Didi menegaskan bahwa tidak ada kampung yang dibiarkan tanpa solusi. Pemerintah disebutnya terus mencari cara agar digitalisasi tetap berjalan meskipun kondisi geografis tidak ideal.

Ia juga menjelaskan bahwa keberhasilan digitalisasi pedalaman tidak hanya bergantung pada jaringan utama, tetapi juga strategi penguatan sinyal melalui perangkat pendukung seperti repeater, radio-to-radio, dan teknologi satelit. Metode tersebut membantu kampung-kampung terisolasi tetap bisa terhubung dengan layanan digital dasar.

Dengan terus dikembangkannya jalur alternatif sinyal, Diskominfo optimistis bahwa daerah hulu akan mendapatkan akses internet yang lebih baik ke depan.

“Yang arahnya ke sana itu masih banyak tantangannya, tapi tetap kami upayakan,” tegas Didi.

GIT/ADV