BERAU – Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, menegaskan sektor kelapa sawit masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Lita menjelaskan luas perkebunan kelapa sawit mencapai 150.000 hektare lebih dengan total produksi 2,9 juta ton, namun produktivitas rata-rata per hektare hanya 17 ton. Menurutnya, produktivitas ini sebenarnya masih bisa ditingkatkan.

“Produktivitas sawit di Berau bisa meningkat hingga lebih dari 20 ton per hektare jika intensifikasi dilakukan,” ujarnya.

Peningkatan produktivitas ini diproyeksikan dapat meningkatkan pendapatan daerah melalui pajak dan bagi hasil ke pemerintah. Sehingganya, Dinas Perkebunan Berau terus melakukan pembinaan terhadap perusahaan dan petani sawit.

Untuk perusahaan, pembinaan difokuskan agar pemupukan dilakukan sesuai dosis anjuran. Sementara bagi petani, kendala utama adalah keterbatasan modal untuk membeli pupuk.

Lita menegaskan, meski pemerintah tidak memberikan stimulan pupuk untuk sawit, pihaknya tetap melakukan sosialisasi dan edukasi agar petani bisa mengakses pemodalan melalui perbankan.

“Petani harus mandiri dalam budidaya kelapa sawit tanpa subsidi,” kata Lita.

Selain upaya peningkatan produktivitas, pemerintah daerah mendorong kemitraan antara petani dan perusahaan untuk menjaga stabilitas harga. Hanya petani yang bermitra dengan perusahaan yang mengikuti harga tandan buah segar dan CPO yang ditetapkan pemerintah.

Meski kontribusi sawit belum bisa menyaingi sektor tambang, sektor ini tetap memberi sumbangan signifikan terhadap PDRB Berau. Dengan intensifikasi dan peningkatan produktivitas, kontribusi ini diharapkan semakin meningkat.

GIT/ADV