Berau – Sektor perkebunan di Kabupaten Berau terus menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah. Kepala Dinas Perkebunan, Lita Handini, menyebutkan, kelapa sawit masih menjadi kontributor utama, namun kakao dan kopi mulai menunjukkan potensi yang signifikan dalam meningkatkan pendapatan petani dan daerah.
Menurut Lita, luas kelapa sawit di Berau mencapai 151.386 hektare dengan produksi hampir 2,9 juta ton. Namun, Produktivitas per hektar masih kurang, masih berkisar 17 ton per hektar.
Sehingga Lita, menekankan pentingnya intensifikasi bagi petani untuk meningkatkan hasil panen dan pendapatan daerah yang dapat membuat produktivitas sawit mencapai 20 ton per hektar.
Selain sawit, komoditas kakao juga mendapat perhatian serius. Lita menjelaskan, Berau telah berhasil meningkatkan kualitas kakao melalui pendampingan swasta dan NGO. Upaya ini juga membuka peluang ekspor ke beberapa negara Eropa, meskipun belum kontinu setiap bulan.
“Relatif hampir semua petani sudah bisa menghasilkan biji kakao fermentasi berkualitas tinggi,” ujarnya.
Adapun, Kopi menjadi komoditas lain yang mulai dikembangkan. Lita mengatakan, banyak daerah di Berau seperti Samburakat, Talisayan, Batu Putih, dan Pesayan menunjukkan potensi besar untuk pengembangan kopi.
“Kopi yang ditanam di Berau mulai digemari masyarakat lokal dan mulai diminati pasar juga,” jelas Lita.
Lebih lanjut, Lita menjelaskan, Pemerintah daerah melalui Dinas Perkebunan juga rutin memberikan pelatihan, sosialisasi, serta bantuan bibit dan pupuk untuk komoditas selain sawit, termasuk kakao dan kopi. Menurutnya, bantuan tersebut membantu petani meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tanpa membebani anggaran daerah.
Selain ketiga komoditas utama, Berau juga mengeksplorasi potensi tanaman lain seperti kelapa dan pala. Meskipun masih dalam skala kecil, pemerintah daerah mendorong petani untuk memanfaatkan lahan secara optimal dengan harapan komoditas tersebut bisa menjadi alternatif penghasilan tambahan.
Upaya pengembangan komoditas unggulan ini diharapkan tidak hanya menyeimbangkan kontribusi sektor pertambangan terhadap PDRB, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Lita menekankan, sinergi antara pemerintah, swasta, dan petani menjadi kunci keberhasilan pengembangan perkebunan di Berau.
(Adv)


