BERAU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, melakukan pelatihan dan pendampingan bagi kampung kreatif untuk meningkatkan kapasitas SDM. Ilyas Natsir, Kepala Disbudpar Berau sebut peningkatan ini fokus pada ekonomi kreatif dan seni pertunjukan.
Ilyas Natsir melalui Kepala Bidang Usaha Jasa dan Pariwisata (Disbudpar), Nurjatiah mengungkapkan bahwa pendampingan dilakukan agar dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki para pelaku Ekraf.
“Kami lakukan pendampingan di Talisayan, Biduk, dan Tanjung Batu, agar pelaku kreatif bisa memaksimalkan potensi mereka,” kata Nurjatiah.
Lebih lanjut, Nurjatiah menjelaskan, pelatihan mencakup pembuatan konten digital, fotografi, video, serta pengelolaan seni pertunjukan. Tujuannya agar generasi muda memiliki keterampilan profesional dan bisa mengelola usaha kreatifnya sendiri.
Nurjatiah menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah, termasuk sarana dan prasarana, untuk menunjang kreativitas anak muda.
“Sarana yang memadai membuat mereka lebih antusias dan termotivasi,” ujarnya.
Pendampingan juga melibatkan komunitas lokal. Dirinya menyebut, Komunitas yang aktif akan menjadi motor penggerak, menyebarkan pengetahuan dan membimbing kampung lainnya.
Selain itu, Disbudpar juga mendorong kolaborasi dengan OPD terkait seperti Disperindagkop untuk subsektor wastra, kriya, dan kuliner. Hal ini memastikan pendampingan menyeluruh dan tidak tumpang tindih.
Nurjatiah optimistis, kampung kreatif yang terlatih akan mampu meningkatkan pendapatan sekaligus melestarikan seni dan budaya lokal.
GIT/ADV


