Tanjung Redeb – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Berau ke depan akan memiliki ruang terpadu yang dirancang khusus untuk mendukung aktivitas usaha, pembinaan, hingga promosi produk lokal. Fasilitas tersebut tengah disiapkan pemerintah daerah melalui perencanaan pembangunan Gedung UMKM yang digadang menjadi pusat penggerak ekonomi kreatif daerah.

Saat ini, proyek tersebut masih berada pada tahap awal perencanaan dengan fokus pada penyusunan konsep ruang dan kebutuhan fasilitas pendukung. Pemerintah ingin memastikan gedung yang dibangun benar-benar menjawab kebutuhan pelaku UMKM di lapangan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Cipta Karya DPUPR Berau, Hendra Pranata, mengatakan perencanaan dilakukan secara bertahap dan tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Mulai dari laporan pendahuluan, laporan antara, hingga laporan akhir harus diselesaikan sebelum masuk ke tahap pembangunan fisik.

“Sekarang masih penyusunan konsep ruang. Fasilitas apa saja yang dibutuhkan UMKM sedang dikaji, supaya nantinya gedung ini bisa benar-benar dimanfaatkan secara optimal,” kata Hendra.

Untuk mendukung tahapan perencanaan tersebut, DPUPR Berau mengalokasikan anggaran sekitar Rp400 juta yang diperuntukkan khusus bagi penyusunan desain dan dokumen teknis. Anggaran ini belum mencakup pembangunan fisik gedung, yang besarannya baru akan ditentukan setelah perencanaan rampung.

Hendra menegaskan, Gedung UMKM memiliki fungsi berbeda dengan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang juga direncanakan berada di kawasan terpadu yang sama. Gedung UMKM akan difokuskan sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat, sementara MPP tetap melayani kebutuhan administrasi publik.

“Gedung UMKM ini akan menjadi tempat pembinaan, promosi, dan pengembangan produk lokal. Bukan pelayanan administrasi seperti MPP,” jelasnya.

Dengan hadirnya gedung tersebut, pemerintah berharap pelaku UMKM memiliki ruang yang representatif untuk berkolaborasi, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas akses pasar. Fasilitas ini juga diharapkan mampu memperkuat daya saing produk lokal Berau, baik di tingkat regional maupun nasional.

“Kalau perencanaannya matang, manfaatnya akan besar. Gedung ini kami siapkan agar benar-benar bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi UMKM dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Hendra.(*)