Tanjung Redeb – Ketersediaan pangan di Kabupaten Berau kian menguat seiring meningkatnya hasil panen padi di sejumlah sentra produksi. Panen melimpah yang terjadi pada musim tanam kedua tahun ini menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan daerah sekaligus memastikan kebutuhan beras masyarakat tetap terjaga.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengungkapkan bahwa produksi gabah di Kampung Buyung-Buyung mengalami lonjakan signifikan. Pada musim tanam kedua 2025, wilayah tersebut mampu menghasilkan sekitar 700 ton gabah, jauh meningkat dibandingkan periode Januari–Juni 2025 yang hanya mencapai 388 ton.
“Dengan hasil ini, ketersediaan gabah di Berau cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat hingga dua bulan ke depan,” ujar Gamalis.
Ia menilai, kondisi ini memberikan rasa aman bagi daerah dalam mengantisipasi fluktuasi pasokan pangan, baik akibat cuaca ekstrem maupun gangguan distribusi. Selain itu, peningkatan produksi juga berdampak langsung pada stabilitas harga beras di tingkat lokal.
Keberhasilan tersebut, lanjut Gamalis, merupakan hasil sinergi berbagai pihak, antara pemerintah daerah, Bulog, TNI, mitra pangan, serta organisasi perangkat daerah (OPD) yang secara konsisten melakukan pendampingan kepada petani.
“Sinergi ini sangat penting, karena ketahanan pangan tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Semua bergerak bersama untuk memastikan petani didukung dan hasil panen terserap dengan baik,” tuturnya.
Data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau mencatat, sepanjang 2024 produksi padi sawah daerah ini mencapai 9.741,4 ton. Produksi tersebut tersebar di enam kecamatan dengan kontribusi terbesar berasal dari Kecamatan Tabalar, disusul Sambaliung, Gunung Tabur, Teluk Bayur, Tanjung Redeb, dan Segah.
Dengan tren produksi yang terus meningkat, Pemkab Berau optimistis sektor pertanian mampu menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kemandirian Berau di tengah dinamika ekonomi nasional.(ADV)


