BERAU – Pemuda Muslimin yang diinisiasi Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Berau. Kegiatan bertema “Menumbuhkan Islam Sebagai Rahmatan Lil Alamin” ini menghadirkan suasana diskusi hangat dan reflektif mengenai peran pemuda muslim di tengah perubahan zaman.
Bupati Berau, Hj. Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya bertumpu pada kecerdasan, tetapi juga pada karakter dan akhlak. Ia menyebut pembinaan generasi muda melalui ruang-ruang keagamaan seperti sarasehan ini sebagai bagian dari upaya pemerintah mencetak calon pemimpin yang unggul.
“Seorang pemimpin harus memiliki wawasan luas, banyak membaca, mendengarkan, melihat, dan bersosialisasi,” tutur Sri Juniarsih. Ia mendorong para peserta agar aktif berkontribusi bagi masyarakat melalui organisasi kepemudaan yang sehat dan produktif.
Sri Juniarsih juga mengingatkan pentingnya akhlak sebagai benteng utama pemuda, terlebih dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Menurutnya, nilai Rahmatan Lil Alamin harus dihidupi pemuda sebagai agen pemersatu bangsa. “Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi dijadikan modal dalam membangun negeri,” ujarnya.
Di bagian lain, ia menyoroti tantangan generasi muda di tengah derasnya arus teknologi dan media sosial. Ia menyebut ruang digital sebagai wilayah yang perlu dikelola dengan kebijaksanaan. “Media sosial adalah pedang bermata dua. Gunakan untuk hal-hal positif dan sebarkan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Sarasehan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat pemahaman keislaman, meneguhkan akhlak, serta membentuk karakter pemuda yang cerdas dan berintegritas. Antusiasme peserta dalam sesi diskusi mencerminkan harapan lahirnya generasi muda Berau yang siap menjadi teladan di tengah tantangan zaman. (ADV)


