Tanjung Redeb – Keselamatan siswa dan tenaga pendidik menjadi perhatian utama Dinas Pendidikan Kabupaten Berau menyusul banjir yang kembali melanda Kecamatan Segah. Menyikapi kondisi tersebut, Disdik Berau memastikan akan merelokasi dua Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang selama ini kerap terdampak banjir.
Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, mengungkapkan bahwa dua sekolah yang akan direlokasi tersebut adalah SDN Long Ayap dan SDN Long Ayan. Proses relokasi, kata dia, sebenarnya telah berjalan dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun depan.
“Sebagian sudah direlokasi. Insyaallah tahun depan semuanya selesai. Lahan sudah tersedia, bangunan sekolah juga sudah ada, tinggal penambahan lahan,” ujarnya.
Ia menegaskan, keputusan relokasi diambil demi menjamin keselamatan warga sekolah, mengingat banjir di lokasi tersebut sudah masuk hingga memenuhi area sekolah.
“Kita utamakan keselamatan orang-orangnya dulu. Anak-anak untuk sementara tidak sekolah di bangunan. Kondisinya memang sudah penuh terendam,” jelas Mardiatul.
Untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan, Disdik Berau menerapkan skema pembelajaran dari rumah. Hal ini terutama berlaku bagi siswa jenjang SD dan SMP yang saat ini belum memasuki masa libur semester.
“Kalau SMA sudah selesai ujian, tapi SD belum karena masih di masa UTS. Jadi sementara mereka belajar dari rumah,” katanya.
Selain keselamatan peserta didik, Disdik Berau juga meminta seluruh satuan pendidikan di wilayah terdampak banjir untuk mengamankan aset sekolah, terutama peralatan elektronik yang rawan rusak.
“Peralatan penting seperti laptop kami minta dibawa pulang oleh guru atau disimpan di tempat yang aman. Ada kejadian lemari runtuh, dan barang di atasnya ikut rusak,” ungkapnya.
Langkah-langkah tersebut, lanjut Mardiatul, sejalan dengan imbauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau terkait mitigasi bencana banjir di lingkungan sekolah.
Meski aktivitas belajar tidak dilakukan di sekolah, pihaknya memastikan komunikasi antara Disdik Berau dan pihak sekolah tetap terjaga dengan baik.
“Mereka tetap melapor secara berkala. Komunikasinya baik, hanya saja saat ini para guru memang tidak berada di sekolah,” pungkasnya.


