Tanjung Redeb – Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Berau kini turut ditopang oleh penguatan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah pesisir. Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Berau mendorong agar potensi kuliner lokal di kawasan pesisir mampu menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.

Pembinaan UMKM tidak lagi terpusat di wilayah perkotaan, tetapi menyasar kampung-kampung pesisir yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah. Setiap kampung didorong mengembangkan produk unggulan berbasis bahan baku lokal yang mudah diakses dan berkelanjutan.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menjelaskan bahwa salah satu langkah konkret dilakukan melalui pelatihan pengolahan produk lokal yang dipusatkan di Kecamatan Biduk-Biduk. Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan dari enam kampung pesisir dan menjadi bagian dari program pembinaan berkelanjutan sepanjang 2025.

Menurutnya, pelatihan dirancang secara bertahap dan saling melengkapi. Setelah sebelumnya pelaku UMKM dibekali keterampilan pengolahan produk berbahan dasar ikan, program dilanjutkan dengan pelatihan tata boga untuk meningkatkan tampilan penyajian produk.

Sentuhan tata boga dinilai penting agar produk kuliner UMKM tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai estetika dan daya tarik visual, khususnya bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan pesisir Berau.

Pendekatan utama dalam pembinaan ini adalah mendorong kemandirian bahan baku. Pelaku UMKM dilatih memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di sekitar lingkungan mereka agar mampu menghasilkan produk kuliner yang inovatif, modern, dan khas daerah.

Melalui penguatan keterampilan dan kreativitas tersebut, Diskoperindag Berau berharap UMKM pesisir dapat berperan lebih besar dalam mendukung pariwisata daerah, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat lokal melalui produk kuliner yang siap bersaing di pasar wisata. (adv)