Samarinda – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim) khususnya Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Berau, menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalti

Kepada awak media, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Jaya Mualimin, memastikan bahwa pelayanan kesehatan bagi warga terdampak tetap berjalan, dan akan diperkuat hingga melibatkan pemerintah pusat jika dibutuhkan.

Jaya mengatakan, pemantauan intensif terus dilakukan di wilayah terdampak banjir, terutama di Kecamatan Muara Wahau Kutim.

“Laporan terakhir dari Kutim, khususnya Wahau, air sempat naik namun kini sudah surut. Pelayanan kesehatan di puskesmas masih dapat berjalan dan melayani masyarakat. Saat ini kami terus melakukan pemantauan,” ungkapnya, pada Selasa (16/12/2025).

Meski layanan kesehatan primer masih berfungsi, Jaya mengakui adanya sejumlah kebutuhan tambahan yang disampaikan tenaga kesehatan di lapangan.

Oleh karena itu khusus seluruh kebutuhan tersebut, kata Jaya, akan segera ditindaklanjuti melalui jalur penanganan krisis.

“Beberapa kebutuhan pelayanan kesehatan sudah kami terima. Itu akan kami teruskan ke pusat krisis kesehatan, termasuk ke Kementerian Kesehatan,” tegasnya.

Lebih jauh, Jaya mengungkapkan bahwa Dinkes Kaltim turut memastikan kesiapan logistik kesehatan, termasuk obat-obatan, untuk menjamin pelayanan bagi warga terdampak banjir.

“Jika diperlukan, kami siap menurunkan obat-obatan dan dukungan kesehatan lainnya ke lokasi,” tambahnya.

Ia mengakui bahwa kondisi yang cukup memprihatinkan dilaporkan terjadi di Desa Lung Melah, Kecamatan Telen, Kabupaten Ktim.

Pasalnya, selama tiga hari berturut-turut, wilayah tersebut terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa, sehingga aktivitas warga lumpuh dan akses transportasi terganggu.

Situasi kemudian diperparah dengan gangguan aliran listrik yang kerap padam, serta menyala tidak menentu selama tiga hari terakhir, sehingga menambah beban warga yang masih bertahan di rumah masing-masing.(*)