Samarinda – Banjir kembali melanda Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai (Kukar) Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim)

Sedikitnya terdapat 18 desa terendam akibat luapan Sungai Belayan setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir.

Kepada awak media, Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat, mengatakan bahwa hanya Desa Bila Talang yang luput dari genangan.

Sementara desa-desa lainnya terdampak dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari setinggi pinggang hingga dada orang dewasa.

“Ada 18 desa yang terendam banjir. Hanya Desa Bila Talang yang tidak terdampak. Jika diperkirakan, jumlah warga yang terdampak mencapai ribuan jiwa,” ujar Rakhmadani, Senin (12/1/2025).

Ia menjelaskan, banjir dipicu oleh meningkatnya debit Sungai Belayan yang meluap seiring tingginya intensitas hujan di kawasan hulu.

Kondisi tersebut menyebabkan air merendam permukiman warga dan mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.

Meski di sejumlah titik air mulai berangsur surut. Ia menyebut masih ada beberapa desa yang genangannya bertahan cukup tinggi.

Situasi ini berpotensi menyulitkan mobilitas warga, terutama distribusi logistik dan akses layanan dasar.

Pemerintah Kecamatan Tabang, kata dia, tengah bersiaga dan menyiapkan langkah antisipasi jika banjir tidak segera surut.

Koordinasi dengan pemerintah kabupaten akan dilakukan untuk memastikan jalur distribusi bantuan tetap terbuka.

“Kalau kondisi ini berlanjut, kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, terutama untuk memastikan akses logistik tidak terhambat saat penyaluran bantuan,” katanya.

Rakhmadani berharap cuaca segera membaik agar debit sungai kembali normal dan genangan air cepat surut.

“Kami berharap satu-dua hari ke depan tidak turun hujan lagi di Tabang,” ujarnya.

Sebagai informasi, banjir di Tabang menambah daftar wilayah di Kukar yang rawan terdampak luapan sungai saat musim hujan. Sekaligus menegaskan perlunya mitigasi banjir yang lebih serius, dikawasan hulu sungai.(*)