TANJUNG SELOR – Peningkatan infrastruktur jalan menuju Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, patut diapresiasi.

Jalan penghubung hingga jembatan baru yang dibangun Pemerintah Kabupaten Bulungan kini terlihat mulus dan megah. Namun di balik kemajuan itu, muncul ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan.

Minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah titik jalan poros Teras Baru–Salimbatu diduga menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, sedikitnya dua kecelakaan terjadi, bahkan salah satunya diduga menelan korban jiwa.

Kecelakaan pertama terjadi pada 10 Januari 2025 di sekitar jembatan baru. Seorang pengendara dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal. Diduga, kondisi jalan yang gelap tanpa penerangan membuat pengendara kehilangan kendali.

Keluhan warga pun bermunculan. Salah satunya disampaikan akun media sosial @muhammadtahirtahi391, yang mengaku kendaraannya masuk ke drainase akibat tidak adanya rambu lalu lintas dan penerangan.

“Korban pertama jembatan penghubung Teras Baru–Salimbatu. Kami minta tolong agar dipasang rambu di setiap ujung jalan. Apakah ini jalan alternatif yang layak dilewati?” tulisnya belum lama ini.

Ia juga menyayangkan tidak adanya PJU maupun tanda peringatan, termasuk saat terdapat alat berat yang terparkir di badan jalan.

“Mohon kepada pihak terkait pasang rambu-rambu dan penerangan. Jangan sampai jatuh korban lagi,” sambungnya.

Rentetan kejadian ini memicu desakan masyarakat agar pemerintah lebih serius memperhatikan aspek keselamatan jalan, bukan hanya fokus pada pembangunan fisik semata.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bulungan Syarwani menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi. Ia mengatakan bahwa PJU telah masuk dalam rencana penganggaran pemerintah daerah.

“Untuk PJU sudah ada alokasi anggaran. Namun teknisnya bisa ditanyakan ke dinas terkait. Yang jelas, penerangan jalan menjadi perhatian kami,” ujarnya, Selasa (13/1).

Meski demikian, Syarwani juga mengingatkan pentingnya kesadaran pengguna jalan.

“Perbaikan infrastruktur harus diimbangi dengan ketaatan berlalu lintas. Jangan berkendara dengan kecepatan tinggi. Setiap peristiwa harus menjadi pembelajaran,” pungkasnya. (Lia)