MARATUA — Tumpukan kayu gelondongan yang terdampar di Pantai Maratua, tepatnya di kawasan Teluk Harapan, Kabupaten Berau, menimbulkan keresahan di kalangan warga. Keberadaan kayu-kayu tersebut dinilai mengganggu kenyamanan serta merusak citra Maratua sebagai destinasi wisata unggulan, Rabu (14/01).

 

Salah seorang warga Maratua berinisial TS (54) mempertanyakan peran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau dalam menjaga kebersihan kawasan wisata tersebut. Ia menilai penanganan sampah dan material kiriman di wilayah pesisir masih belum maksimal.

 

“Kayu gelondongan ini sudah cukup lama terdampar dan mengganggu pemandangan. Padahal Maratua dikenal sebagai daerah wisata,” ujarnya.

 

TS menyebutkan, selama ini memang telah tersedia kapal pengangkut sampah yang beroperasi di Maratua. Namun, menurutnya, kapal tersebut hanya difungsikan untuk mengangkut sampah rumah tangga, sementara material lain seperti kayu gelondongan belum tertangani.

 

“Kalau sampah rumah tangga memang diangkut, tapi kayu-kayu besar seperti ini tidak pernah ditangani. Kami berharap ada perhatian khusus dari pemerintah daerah,” katanya.

 

Warga berharap DLHK Berau bersama instansi terkait dapat segera melakukan penanganan agar kawasan Pantai Maratua tetap bersih dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak DLHK Berau belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan kayu gelondongan yang terdampar di kawasan tersebut. (*/pan).