Tanjung Redeb – Rencana pembukaan Gerai Pengurusan Surat Izin Kapal (GREI) di Kecamatan Sambaliung dipastikan belum dapat dilaksanakan. Terbatasnya jumlah kapal nelayan berukuran besar membuat Kementerian Perhubungan Laut menilai pelayanan tersebut tidak efektif jika dibuka di Sambaliung.

Plt Kepala UPT TPI Sambaliung, Frederik Sibulo, menjelaskan bahwa pihak Kementerian Perhubungan Laut menetapkan batas minimal jumlah kapal yang akan diukur agar pelayanan dinilai efektif.

“Dari teman-teman perhubungan laut, minimal kapal yang mereka mau datangkan untuk pengukuran itu 100 kapal. Kalau di bawah itu, mereka tidak akan mengukur karena dianggap tidak efisien,” ujar Frederik.

Ia mengungkapkan, jumlah kapal nelayan di Sambaliung yang masuk kategori pas besar atau kapal di atas 7 gross ton (GT) hanya sekitar 30 unit. Padahal, kewenangan pengukuran kapal di atas 7 GT sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat.

“Jumlah kapal besar kita terbatas. Itu yang jadi kendala utama GREI kemarin tidak jadi dibuka,” jelasnya.

Sementara itu, untuk kapal berukuran kecil atau pas kecil (di bawah 7 GT), pengukuran sebenarnya bisa dilakukan oleh Perhubungan Laut yang ada di daerah. Karena itu, UPT TPI Sambaliung kini mengupayakan skema alternatif agar pelayanan tetap berjalan.

“Kapal kecil bisa dilayani di sini. Sekarang kami coba buat gerai khusus untuk pas kecil, karena itu sangat penting, terutama sebagai syarat memperoleh BBM subsidi,” katanya.

Sebagai solusi lain, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) turut membantu nelayan dengan memfasilitasi pengiriman dokumen secara mandiri ke Kementerian Perhubungan Laut. Bahkan, nelayan kini mulai diarahkan mengurus dokumen kapal secara online.

“Sekarang nelayan sudah mulai mandiri. Mereka sudah dibantu sosialisasi, dibuatkan akun, dan diajarkan menginput data sendiri di aplikasi. Nanti tinggal di-approve dari pusat,” ungkap Frederik.

Ke depan, peluang pembukaan GREI masih terbuka, khususnya untuk kapal-kapal kecil. Frederik menyebutkan, pihaknya menargetkan pembukaan GREI pas kecil dalam waktu dekat.

“Minggu depan rencananya kami akan membuat GREI untuk kapal di bawah 5 GT di Sambaliung. Kami gandeng Kejaksaan, perhubungan laut, dan instansi terkait karena ini juga mendukung ketahanan pangan,” jelasnya.

Ia menegaskan, meskipun GREI skala besar belum dapat dibuka, pelayanan bagi nelayan tetap diupayakan agar kebutuhan administrasi kapal, terutama pas kecil, tetap terpenuhi.

“GREI memang belum dibuka seperti rencana awal, tapi pelayanan jalan. Fokus kami sekarang memastikan nelayan kecil tetap terlayani,” pungkasnya.