TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau masih menimbang lokasi pembangunan sirkuit balap motor, meski proyek tersebut telah masuk dalam tahap studi kelayakan. Sedikitnya dua titik calon lahan kini dikaji sebagai dasar penentuan lokasi final.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Berau, Amiruddin, mengatakan studi kelayakan menjadi tahapan krusial untuk memastikan kesiapan lahan dari sisi teknis, fungsional, hingga dampak sosial-ekonomi.

“Studi kelayakan ini menentukan apakah lahan benar-benar layak untuk sirkuit, bukan sekadar tersedia,” kata Amiruddin, Jumat (31/1).

Salah satu lokasi yang masuk radar berada di kawasan Samburakat, Kecamatan Gunung Tabur. Selain itu, Bupati Berau disebut masih mempertimbangkan opsi lokasi lain, meski belum menetapkan titik secara pasti.

“Kalau ada usulan baru, tentu akan kami kaji. Sampai sekarang, lokasi tambahan itu belum jelas,” ujarnya.

Pembangunan sirkuit balap motor merupakan salah satu program unggulan kepala daerah dan telah lama ditunggu komunitas otomotif di Berau. Fasilitas ini diharapkan menjadi wadah pembinaan olahraga otomotif sekaligus membuka peluang wisata berbasis olahraga.

Namun, Amiruddin menegaskan, pembahasan anggaran dan jadwal pembangunan belum dapat dilakukan sebelum lokasi ditetapkan.

“Kalau titiknya sudah final, baru kita bicara soal anggaran dan tahapan pembangunan,” katanya.

Pemkab Berau berharap studi kelayakan dapat memberikan gambaran komprehensif, sehingga keputusan yang diambil tidak hanya menjawab kebutuhan komunitas balap, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Untuk sekarang, fokus kami tetap pada kajian. Dari situ akan terlihat apakah rencana ini benar-benar bisa diwujudkan,” pungkas Amiruddin. (*/)