TANJUNG SELOR – Kelangkaan elpiji 3 kilogram atau gas melon di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, kian meresahkan warga. Memasuki hari kedua, Selasa (10/2), gas bersubsidi itu sulit ditemukan di tingkat agen hingga pengecer.

Kosongnya stok di agen memaksa warga berburu gas ke berbagai toko pengecer. Namun, gas melon yang tersedia dijual dengan harga jauh di atas normal.

Wijaya, warga Jalan Rajawali, mengaku sudah berkeliling sejak Senin untuk mencari gas melon, namun hasilnya nihil. Ia menduga kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk meraup keuntungan.

“Saat ini ada memang beberapa pengecer yang jual namun harga tidak sangat mahal, kan normal harganya Rp38 ribu, sekarang bisa Rp50 ribu sampai Rp60 ribu di pengecer,” ungkapnya, kepada IT-News.id, Selasa (10/2).

Kondisi ini juga dirasakan pelaku usaha mikro. Seorang pemilik warung makan di Jalan Duku mengaku kesulitan mendapatkan gas melon, padahal elpiji tersebut sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas usaha.

“Ya dari kemarin saya mencari gas melon, karena tidak ya kita cari gas yang warna pink untung juga ada kalau tidak ada ya kita kesulitan untuk masak, Ini sering terjadi karena pasokan terlambat,” keluhnya.

Meski begitu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Diskoperindag) Bulungan menolak menyebut situasi ini sebagai kelangkaan.

Pengawas Perdagangan Diskoperindag Bulungan, Rahma, mengatakan bahwa yang terjadi hanyalah antrean panjang di pusat pengisian elpiji di Berau, Kalimantan Timur.

Menurutnya, beberapa daerah lain seperti Kabupaten Tana Tidung dan Malinau juga melakukan pengisian di lokasi yang sama, sehingga distribusi ke Bulungan ikut terhambat.

Diskoperindag bersama agen dan pihak terkait berencana menggelar operasi pasar pada 18 Februari mendatang. Meski stok gas melon saat ini sulit ditemukan di lapangan, pihaknya tetap optimistis pasokan menjelang Ramadan akan aman berdasarkan data agen.

Namun, optimisme tersebut berbanding terbalik dengan kenyataan yang dirasakan warga, yang harus merogoh kocek hampir dua kali lipat hanya untuk mendapatkan satu tabung gas melon. (Lia)