TANJUNG REDEB – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pulau Derawan tahun 2026 menghasilkan 93 usulan prioritas dari lima kampung. Forum tahunan tersebut menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan, Pulau Derawan merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dengan potensi yang telah dikenal hingga tingkat internasional. Sejumlah penghargaan yang diraih menjadi bukti perkembangan kawasan wisata unggulan tersebut.

“Pulau Derawan bukan hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Kita bahkan meraih kategori terbaik digital pada Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024 dan penghargaan Arindama Pembangunan bidang pariwisata dan ekonomi kreatif dari Pemprov Kalimantan Timur,” ujarnya.

Ia menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi masyarakat setempat. Karena itu, seluruh potensi yang ada harus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Dalam Musrenbang tersebut, Sri menekankan pentingnya menyusun usulan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat.

“Dari 93 usulan yang masuk, kita harus memastikan semuanya benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat dan selaras dengan program pembangunan daerah,” tegasnya.

Di tengah efisiensi anggaran, pemerintah daerah dituntut lebih kreatif dalam mengelola potensi sumber daya alam guna meningkatkan pendapatan asli daerah, pendapatan kampung, serta kesejahteraan masyarakat.

“Di tengah efisiensi anggaran, kita dituntut lebih kreatif mengelola potensi daerah agar mampu meningkatkan pendapatan kampung dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sri juga menyoroti peran perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Ia meminta seluruh perusahaan, baik sektor tambang, perkebunan, maupun perbankan, mengelola CSR secara transparan dan terkoordinasi dengan pemerintah daerah.

“CSR perusahaan harus dikelola secara transparan dan terkoordinasi dengan pemerintah agar pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Isu lingkungan turut menjadi perhatian. Penanganan sampah dinilai penting untuk menjaga citra Derawan sebagai destinasi wisata kelas dunia. Peresmian Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Pulau Derawan disebut sebagai langkah konkret dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis pemilahan organik dan anorganik yang bernilai ekonomi.

“Menjaga kebersihan Derawan adalah tanggung jawab bersama. TPS 3R menjadi langkah nyata menuju pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi,” ucapnya.

Pada sektor pariwisata, Pemkab Berau merencanakan pembangunan amenitas di sejumlah titik, peningkatan kualitas kawasan, pelatihan hospitality bagi 30 pengelola wisata, serta penguatan promosi digital sepanjang 2026.

Sementara pada bidang infrastruktur dan pelayanan dasar, pemerintah daerah menyiapkan rekonstruksi jalan kawasan Pulau Derawan, rehabilitasi pelabuhan dan dermaga, pembangunan rumah dokter di Tanjung Batu, serta pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas di sejumlah sekolah.

Sri juga mendorong peningkatan status kampung di Kecamatan Pulau Derawan. Saat ini, lima kampung terdiri dari dua kampung berstatus mandiri, dua kampung maju, dan satu kampung berkembang. Pengelolaan dana kampung yang transparan dengan pendampingan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) serta Kejaksaan diharapkan mampu mempercepat peningkatan status tersebut.

“Musrenbang ini adalah komitmen bersama agar pembangunan Pulau Derawan semakin terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.(*)