TANJUNG SELOR – Kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram atau yang dikenal sebagai “gas melon” masih dikeluhkan warga Kabupaten Bulungan dalam sepekan terakhir. Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan gas subsidi tersebut di berbagai pangkalan maupun pengecer, terutama di wilayah Tanjung Selor.

Siti, warga Jalan Sabanar Lama, mengaku harus berkeliling dan selama beberapa hari untuk mencari LPG 3 kg. Bahkan hingga Jumat (13/2), ia masih kesulitan menemukan tabung gas untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

“Kosong semua gas LPG 3 kilo ini, di mana lagi menjual? Sulit sekali kita mencarinya,” ujarnya.

Menurut Siti, kelangkaan ini sangat menyulitkan, apalagi gas menjadi kebutuhan pokok untuk memasak. Ia baru berhasil mendapatkan tabung LPG setelah hampir empat hari mencari, itu pun di kawasan Jalan Dulu, Tanjung Selor.

“Kalau tidak ada gas, tentu susah kita masak. Apalagi ini sudah mau Ramadhan, kita harap stok aman,” harapnya.

Keluhan serupa juga dirasakan warga lainnya. Mereka berharap ada kepastian distribusi, terutama menjelang bulan suci Ramadhan yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha kecil.

Menanggapi keluhan tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan bahwa stok dan penyaluran LPG 3 kg di wilayah Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, dalam kondisi aman dan terus dimonitor secara intensif.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa Kabupaten Bulungan saat ini dilayani oleh empat agen LPG 3 kg serta agen LPG non-subsidi (NPSO).

Berdasarkan data perusahaan, realisasi penyaluran LPG 3 kg selama Januari 2026 mencapai sekitar 105,5 persen dari alokasi reguler. Sementara hingga 10 Februari 2026, penyaluran telah mencapai sekitar 27,48 persen dari total alokasi bulan Februari.

Sebagai langkah antisipasi, pada Januari lalu Pertamina juga menyalurkan tambahan fakultatif sebanyak dua kali, dengan total tambahan sekitar 5,53 persen dari total realisasi Januari.

Tambahan tahap pertama berkontribusi sekitar 2,83 persen dan tahap kedua sekitar 2,70 persen.

“Kami memastikan pasokan LPG 3 kg untuk wilayah Bulungan tetap tersedia sesuai alokasi dan kebutuhan,” jelas Edi.

Hasil Monitoring dan Operasi Pasar

Pertamina menyebutkan bahwa berdasarkan hasil monitoring lapangan dan sampling di sejumlah pangkalan di Kecamatan Tanjung Selor, stok LPG 3 kg masih tersedia, meski kondisinya bervariasi di masing-masing pangkalan.

Sebagai alternatif, Pertamina juga memastikan ketersediaan LPG non-subsidi seperti Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg bagi masyarakat yang mampu.

Selain itu, Pertamina berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk menggelar Operasi Pasar pada 17–18 Februari 2026 dengan dukungan alokasi tambahan. Langkah ini diharapkan dapat meredakan kepanikan dan memastikan distribusi tepat sasaran.

Pertamina juga mengimbau seluruh agen dan pangkalan agar menjual LPG 3 kg langsung kepada konsumen akhir yang berhak serta tidak melayani pembelian dalam jumlah berlebih.

Pengawasan distribusi diperkuat bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum agar sesuai dengan ketentuan dalam SK Menteri ESDM Nomor 37.K/MG.01/MEM.M/2023.

Masyarakat diimbau membeli LPG subsidi di pangkalan resmi dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) serta tidak melakukan penimbunan.

Meski secara data stok dinyatakan aman, fakta di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan antara distribusi dan ketersediaan yang dirasakan masyarakat.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai kelancaran distribusi hingga ke tingkat pangkalan dan potensi pembelian berlebih atau penyaluran yang tidak tepat sasaran.

Menjelang Ramadhan, pengawasan distribusi dan transparansi data menjadi kunci agar kelangkaan tidak terus berulang. Bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro, ketersediaan LPG 3 kg bukan sekadar persoalan pasokan, tetapi menyangkut keberlangsungan aktivitas harian mereka.

Apabila masyarakat menemukan indikasi penyaluran yang tidak sesuai ketentuan, laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135, email [email protected], atau media sosial resmi @pertamina135 untuk ditindaklanjuti. (Lia)