TANJUNG SELOR – Seorang Anak Buah Kapal (ABK) bernama Firman (25) yang dilaporkan terjatuh dari speed boat di perairan Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, di hari pertama masih belum ditemukan.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 16.35 WITA. Korban diketahui merupakan ABK dari speed boat Habibi yang melayani rute Tarakan menuju Tana Tidung.

Saat kejadian, kapal diduga dihantam arus sungai yang cukup kuat, sehingga korban terjatuh ke air.

Informasi awal diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tarakan pada pukul 18.40 WITA dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Tidung.

Laporan tersebut kemudian langsung ditindaklanjuti dengan upaya pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Tarakan, Dede Hariana, menjelaskan bahwa hingga hari pertama pencarian korban belum berhasil ditemukan.

Oleh karena itu, operasi pencarian dilanjutkan pada hari kedua, Jumat, 20 Maret 2026.

“Laporan kami terima pada Kamis terkait korban yang terjatuh dari speed boat. Hingga pencarian hari pertama belum ditemukan, sehingga hari ini kami melanjutkan pencarian,” ujar Dede.

Pada hari kedua ini, tim SAR gabungan memulai operasi sejak pagi hari dengan melakukan briefing terlebih dahulu sebelum menuju lokasi kejadian.

Pencarian difokuskan di sejumlah titik di sekitar Sungai Sesayap, khususnya di wilayah Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, yang menjadi lokasi terakhir korban terlihat.

Tim melakukan penyisiran di area yang telah ditentukan berdasarkan koordinat pencarian, dengan mempertimbangkan arus sungai dan kemungkinan pergerakan korban.

Jarak tempuh menuju lokasi dari Kantor SAR Tarakan diperkirakan sekitar 37,84 mil laut dengan waktu perjalanan kurang lebih tiga jam melalui jalur laut.

Adapun unsur yang terlibat dalam operasi pencarian ini terdiri dari Kantor SAR Tarakan, BPBD Kabupaten Tana Tidung, Brimob Tana Tidung, Bhabinkamtibmas Polsek Sesayap, serta dibantu oleh keluarga korban dan masyarakat setempat.

Peralatan yang digunakan dalam pencarian meliputi satu unit Rescue Dimex, satu unit Rigid Buoyancy Boat, perlengkapan medis, serta alat komunikasi.

Selama proses pencarian berlangsung, tidak ditemukan kendala berarti. Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah, sehingga cukup mendukung jalannya operasi SAR.

Hingga berita ini diturunkan, Firman masih dalam status pencarian dan tim SAR gabungan terus berupaya melakukan penyisiran secara maksimal di area sekitar lokasi kejadian. (Lia)