TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus membuktikan komitmennya dalam memangkas kesenjangan digital di seluruh wilayah Bumi Batiwakkal. Melalui program berkelanjutan, sebanyak 1.502 titik WiFi gratis kini telah aktif melayani masyarakat, mulai dari pusat kota hingga pelosok kampung.
Penyediaan fasilitas internet gratis ini merupakan bagian dari visi besar Pemkab Berau untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik (E-Government) serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di era transformasi digital.
Perwakilan Pemerintah Kabupaten Berau, Didi Rahmadi, memaparkan bahwa capaian ribuan titik akses internet tersebut merupakan akumulasi kerja keras yang dilakukan sepanjang tahun 2022 hingga 2025.
“Pemkab Berau sendiri telah memasang sebanyak 1.502 titik WiFi gratis sejak tahun 2022 hingga 2025. Sebaran ini mencakup 100 kampung, 10 kelurahan, dan 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Berau,” jelas Didi, (28/3).
Pemasangan titik-titik WiFi ini tidak dilakukan secara acak, melainkan berdasarkan skala prioritas untuk menyentuh sektor-sektor vital. Didi menekankan bahwa fokus utama pemerintah adalah memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal meski berada di wilayah yang jauh dari pusat kota.
“Prioritas kami adalah untuk pelayanan administrasi pemerintahan kampung, pendidikan, dan kesehatan. Dengan adanya internet yang stabil, diharapkan proses pelaporan, koordinasi antar instansi, hingga akses materi pembelajaran bagi siswa tidak lagi terkendala,” tambahnya.
Selain sektor pelayanan dasar, fasilitas internet ini juga ditempatkan di ruang publik strategis, termasuk destinasi wisata unggulan dan pusat kuliner. Langkah ini diambil untuk mendukung promosi pariwisata secara real-time oleh pengunjung serta membantu pelaku UMKM lokal dalam memperluas pangsa pasar melalui platform digital.
Keberhasilan digitalisasi di Berau juga tidak lepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat. Didi mengungkapkan bahwa ada kolaborasi nyata melalui program Bhakti Pendidikan dan Kesehatan dari Kemenkomdigi yang telah memasang jaringan WiFi gratis di beberapa sekolah dan Puskesmas.
Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim turut berkontribusi secara signifikan melalui program WiFi khusus yang menyasar 100 kantor pemerintah kampung guna memastikan integrasi data kependudukan dan administrasi desa berjalan mulus.
Menatap langkah ke depan, Didi menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun krusial bagi keberlangsungan infrastruktur ini.
“Untuk tahun 2026 ini, Pemkab Berau akan fokus pada pemantapan jaringan internet gratis yang telah terpasang. Kita ingin memastikan kualitas sinyal dan kestabilannya benar-benar terjaga, sehingga manfaatnya maksimal bagi masyarakat,” tegasnya.
Dengan ekosistem digital yang semakin matang, Pemerintah berharap budaya kerja baru yang lebih cepat dan efisien dapat terbentuk.
Transformasi ini diharapkan mampu meminimalisir birokrasi yang lambat dan memberikan kemudahan akses informasi bagi seluruh warga Berau tanpa terkecuali.
“Dengan itu semua, diharapkan layanan administrasi pemerintahan, pendidikan, dan kesehatan dapat melaksanakan pekerjaan dengan cepat dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkas Didi Rahmadi. (akti)

