BERAU – Puluhan massa dari Pasukan Merah Wilayah Berau menggelar aksi demonstrasi di depan kantor leasing Jaccs MPM Finance, Senin (13/4/2026). Aksi ini dipicu dugaan penarikan kendaraan serta janji kompensasi yang dinilai tidak sesuai oleh pihak perusahaan.
Aksi berlangsung sejak pagi dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Massa membawa berbagai tuntutan, mulai dari kejelasan status kendaraan hingga penyelesaian kompensasi yang belum terpenuhi.
Perwakilan Pasukan Merah Berau, Jaja, menjelaskan bahwa polemik bermula dari penarikan satu unit mobil milik anggota mereka. Menurutnya, terdapat ketidaksesuaian antara kesepakatan awal dengan tindakan yang dilakukan pihak leasing.
“Awalnya ada perjanjian kalau belum bisa bayar, mobil dititipkan sementara dan bisa diambil lagi setelah dana tersedia. Namun, saat kami mau membayar tunggakan dua bulan, pihak MPM menolak dan justru meminta pelunasan total sebesar Rp181 juta,” ujar Jaja di lokasi aksi. (13/4/2026)
Selain masalah penarikan unit, Jaja membeberkan adanya persoalan kedua terkait janji kompensasi sebesar Rp2,5 juta kepada anggota ormas lainnya yang menyerahkan unit secara sukarela. Namun, hingga kini janji tersebut tidak ditepati dan pihak perusahaan hanya menawarkan Rp300 ribu.
Upaya mediasi diakui telah dilakukan sebanyak dua kali oleh pihak ormas, namun selalu menemui jalan buntu. Hal inilah yang memicu mereka melayangkan surat ke Polres Berau dan turun ke jalan.
“Jika masalah ini tidak selesai hari ini, kami akan menerapkan hukum adat dengan menyegel kantor MPM. Siapa pun yang berani membuka segel tersebut akan dikenakan denda adat yang jauh lebih besar,” tegasnya.
Di sisi lain, pihak kepolisian dari Polres Berau telah melakukan pengamanan di lokasi sejak pukul 07.30 WITA. Kasubsi Penmas Sihumas Polres Berau, IPTU Muhammad Kasim, melalui personel di lapangan, Pak Suyono, menyatakan bahwa kehadiran aparat adalah bentuk respons atas permohonan pengamanan aksi damai.
“Fokus utama kami adalah memberikan pelayanan pengamanan agar situasi tetap kondusif selama penyampaian aspirasi berlangsung. Polisi membatasi diri hanya pada fungsi pengamanan untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban,” jelas Pak Suyono.
Sementara itu, pihak Jaccs MPM Finance Berau belum memberikan jawaban resmi terkait tuntutan massa. Supervisor Collection MPM Berau, Asari, menyatakan pihaknya tidak bisa berkomentar banyak sebelum ada arahan dari pimpinan pusat.
“Saya belum bisa memberi tanggapan karena dikhawatirkan salah penyampaian. Saya harus konfirmasi dan melewati pimpinan terlebih dahulu,” singkatnya saat dikonfirmasi di tengah aksi. (akti)

