TANJUNG SELOR – Angka kemiskinan di daerah di Kabupaten Bulungan, Kaltara terus menunjukkan penurunan yang cukup signifikan.

Pada 2025, persentase penduduk miskin tercatat sebesar 7,26 persen atau sekitar 9,92 ribu jiwa. Angka tersebut turun 1,50 persen dibandingkan kondisi pada Maret 2024.

Penurunan ini dinilai sebagai hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bulungan.

Kepala Bappeda-Litbang Bulungan, Iwan Sugianta, menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi lintas sektor yang terus diperkuat.

“Penanganan kemiskinan di Bulungan tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi seluruh perangkat daerah agar hasilnya maksimal,” ujar Iwan, Kamis (29/1).

Ia menjelaskan, Pemda Bulungan menerapkan tiga strategi utama dalam upaya pengentasan kemiskinan. Strategi pertama adalah mengurangi beban pengeluaran masyarakat, seperti melalui bantuan sosial dan akses layanan dasar.

Kedua, meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Ketiga, menurunkan jumlah kantong-kantong kemiskinan di wilayah yang menjadi prioritas.

“Tiga hal ini menjadi fokus utama kami dalam menekan angka kemiskinan,” tegasnya.

Menurut Iwan, tren penurunan angka kemiskinan menunjukkan bahwa berbagai program pemerintah mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Hal ini sejalan dengan target yang telah ditetapkan dalam RPJMD Bulungan 2026–2030, di mana angka kemiskinan ditargetkan turun hingga 5,91 persen pada 2030.

“Kami optimistis target tersebut bisa tercapai, asalkan program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program, integrasi antarperangkat daerah, serta penganggaran yang efektif dan tepat sasaran agar upaya pengentasan kemiskinan dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

Sementara itu, data menunjukkan bahwa penduduk miskin di Kabupaten Bulungan tersebar di 10 kecamatan. Kecamatan Tanjung Selor tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak, yakni mencapai 6.677 jiwa.

Namun, kondisi tersebut dipengaruhi oleh jumlah penduduk Tanjung Selor yang memang paling besar dibandingkan kecamatan lainnya di Bulungan.

“Jumlah penduduknya paling banyak, sehingga secara angka absolut juga terlihat paling tinggi,” pungkas Iwan. (Lia)