TANJUNG REDEB – Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Kabupaten Berau terus memperketat pengawasan dan edukasi pencegahan kebakaran di wilayah perkotaan Tanjung Redeb.
Langkah ini diambil menyusul dinamika cuaca yang tidak menentu dan tingginya aktivitas pemukiman di pusat kota.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan, Nofian Hidayat, menekankan bahwa karakteristik wilayah Tanjung Redeb yang padat bangunan menuntut kewaspadaan ekstra dari setiap warga.
“Kami mengimbau masyarakat Tanjung Redeb dan sekitarnya untuk lebih teliti mengecek instalasi listrik di rumah masing-masing. Beban listrik yang berlebihan seringkali menjadi pemicu utama korsleting,” ujar Nofian (28/3).
Nofian menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel dan armada di pos-pos strategis untuk memastikan jangkauan yang lebih cepat jika terjadi keadaan darurat. Selain pemukiman, perhatian juga tertuju pada area lahan terbuka yang rentan terbakar saat cuaca panas melanda.
Beberapa poin utama yang ditekankan oleh Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan tersebut meliputi:
Pengecekan Rutin: Mengganti kabel listrik yang sudah tua atau tidak standar SNI.
Menghindari pembakaran sampah di lahan kosong tanpa pengawasan, terutama saat angin kencang.
Memohon warga untuk tidak memarkir kendaraan secara sembarangan di gang sempit yang dapat menghambat laju mobil pemadam.
Selain urusan api, Nofian Hidayat juga mengingatkan warga Tanjung Redeb bahwa timnya siap membantu dalam aksi penyelamatan (rescue) lainnya, seperti evakuasi hewan berbisa maupun pelepasan cincin yang tersangkut.
“Jangan ragu untuk menghubungi kami. Tim rescue kami siaga 24 jam untuk melayani masyarakat Berau, khususnya di wilayah perkotaan Tanjung Redeb ini,” tutupnya. (akti)

