Samarinda— Arus balik Lebaran 2026 mulai terasa di Kota Samarinda. Pergerakan kendaraan meningkat dalam beberapa hari terakhir dan memicu kepadatan di sejumlah ruas utama.
Kasatlantas Polresta Samarinda AKP La Ode Prasetyo Fuad mengatakan, kondisi yang terjadi didominasi kepadatan, bukan kemacetan total.
“Ini bukan macet total, tapi kepadatan karena volume kendaraan meningkat pasca-Lebaran,” ujarnya.
Salah satu titik yang paling terdampak berada di kawasan Jembatan Mahkota 2 yang menjadi jalur utama keluar masuk Kota Samarinda.
Untuk mengurai antrean, polisi menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional. Sistem buka-tutup jalur diberlakukan dengan memprioritaskan arus kendaraan yang lebih padat, terutama dari arah dalam kota menuju luar daerah.
“Kalau padat, kita prioritaskan arus yang keluar kota agar tetap bergerak,” katanya.
Sebanyak 50 personel gabungan dari Satlantas Polresta Samarinda dan jajaran Polsek disiagakan di sejumlah titik untuk mengatur lalu lintas.
Selain jalur utama, kepadatan juga terpantau di kawasan publik seperti sekitar Big Mall Samarinda dan lingkungan sekolah, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat selama libur Lebaran.
Meski terjadi lonjakan kendaraan, angka kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat 2026 di Samarinda tercatat relatif stabil. Hingga saat ini, terdapat empat kejadian kecelakaan, hampir sama dengan periode tahun sebelumnya.
Polisi mengimbau pengendara tetap berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas, terutama saat kondisi jalan padat.
“Kami ingatkan keselamatan yang utama. Kalau lelah, sebaiknya istirahat,” tutupnya.(*)

