TANJUNG REDEB — Kebutuhan dasar sektor pertanian kembali mendominasi aspirasi warga saat Anggota DPRD Berau, Thamrin, menggelar reses di tiga kampung wilayah Talisayan. Di hadapan warga, Thamrin memaparkan kondisi anggaran daerah yang tengah mengalami penurunan akibat pemangkasan dari pemerintah pusat—yang berdampak langsung pada ruang gerak program pembangunan.
Dalam dialog itu, suara petani menjadi yang paling lantang. Bibit jagung, pupuk subsidi, hingga pembangunan jalan usaha tani muncul sebagai kebutuhan mendesak. Wilayah Talisayan yang mayoritas transmigran dan menggantungkan hidup pada jagung membuat isu ketersediaan bibit selalu kembali di setiap reses.
“Karakter wilayah transmigrasi memang didominasi petani jagung. Persoalan bibit ini menjadi isu utama yang hampir setiap tahun disampaikan,” ujar Thamrin.
Tak hanya di sektor produksi, akses distribusi pun masih bermasalah. Warga Kampung Tanjung Perepat menyoroti kondisi jalan tani yang sulit dilalui, memengaruhi mobilitas hasil panen. Mereka juga mengadukan soal plasma perkebunan sawit yang tak kunjung dikerjakan perusahaan, menghambat hak ekonomi yang seharusnya diterima masyarakat.
Aspirasi fasilitas dasar juga tak terabaikan. Sejumlah warga mengusulkan hibah pembangunan masjid sebagai penunjang kegiatan keagamaan di kampung.
Menanggapi semua usulan itu, Thamrin memastikan seluruh masukan akan dirangkum secara komprehensif dan dibawa ke pembahasan internal DPRD. Menurutnya, kebutuhan pertanian di kawasan pesisir masih sangat besar sehingga perlu perhatian berkelanjutan.
“Reses ini penting karena warga ingin bibit jagung, pupuk, dan jalan tani segera dipenuhi,” ucapnya. Ia menekankan perlunya koordinasi pemerintah kampung, dinas teknis, dan DPRD agar usulan masyarakat bisa diprioritaskan dalam anggaran tahun depan.
Thamrin menilai konsistensi aspirasi dari wilayah pesisir menunjukkan bahwa kebutuhan dasar petani telah lama terabaikan. Ia memastikan seluruh catatan dari lapangan akan disampaikan dalam rapat komisi sehingga masuk dalam daftar prioritas pembangunan jangka pendek.
“Keberlanjutan dukungan bagi petani pesisir dapat meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” pungkasnya.(ADV)


