BERAU – Pernyataan Kepala KUPP Tanjung Redeb, Lister Martupa Gurning, yang menyebut tidak ada aktivitas penumpukan cangkang sawit di jetty wilayah Kecamatan Tabalar, tampaknya berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan.

Berdasarkan pantauan langsung pada Minggu(5/4/2026) siang, aktivitas penumpukan cangkang sawit justru masih berlangsung di salah satu jetty yang berada di Kampung Tubaan, Kecamatan Tabalar. Terlihat sebuah ekskavator beroperasi melakukan perataan material cangkang yang telah ditumpuk di area tersebut.

Tumpukan cangkang sawit itu bahkan ditutup menggunakan terpal, diduga untuk menjaga kualitas material agar tidak tercampur dengan tanah.

Sejumlah warga setempat mengungkapkan bahwa aktivitas tersebut bukan hal baru. Kegiatan penumpukan disebut sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir, dengan arus keluar-masuk truk pengangkut yang terbilang intens.

“Sudah beberapa hari ini truk keluar masuk. Cangkangnya terus ditumpuk di situ,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, volume cangkang sawit yang akan ditampung di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 1.500 hingga 3.000 ton.

Kondisi ini pun memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat, mengingat sebelumnya pihak KUPP menyatakan tidak ada aktivitas penumpukan di lokasi tersebut. Perbedaan antara pernyataan resmi dan fakta lapangan kini menjadi sorotan, sekaligus memicu harapan agar instansi terkait dapat memberikan penjelasan yang lebih transparan.

Diberitakan sebelumnya. Kepala KUPP Tanjung Redeb, Lister Martupa Gurning, menegaskan bahwa tidak terdapat aktivitas penumpukan cangkang sawit di salah satu Jetty di Kecamatan Tabalar, sebagaimana isu yang sempat beredar di masyarakat.

“Informasi bahwa saat ini tidak ada kegiatan penumpukan cangkang sawit pada salah satu jetty di Tabalar” jelasnya saat dikonfirmasi pada Senin (06/04/2026).

Sebelumnya muncul Informasi dari warga sekitar mengenai dugaan penumpukan cangkang sawit di salah satu jetty di Kecamatan Tabalar. Aktivitas pengangkutan cangkang sawit yang diduga berasal dari salah satu perusahan sawit ini mencuat pada Sabtu (04/04/2026) dan sempat ramai diberitakan.

Berdasarkan informasi yang beredar, penumpukan cangkang sawit tersebut disebut-sebut berada di salah satu Jetty di Tabalar. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, terutama terkait apakah jetty tersebut memang diperuntukkan sebagai lokasi penampungan cangkang sawit.

Menanggapi hal ini, Kepala KUPP Tanjung Redeb, Lister Martupa Gurning, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa saat ini tidak terdapat aktivitas penumpukan cangkang di jetty yang dimaksud.

Lister Martupa Gurning juga mengungkapkan bahwa saat isu ini mulai ramai dan viral, pihaknya belum mengetahui adanya aktivitas tersebut.

“Belum, dan saat ini sudah diinfo tidak ada kegiatan di lokasi tersebut,” tambahnya.