BERAU – Kampung Purna Sari Jaya dicanangkan menjadi salah satu lumbung benih jagung komposit di Kabupaten Berau. Harapan besar itu disampaikan langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, dalam sebuah agenda pendampingan pertanian yang menyoroti pentingnya kemandirian benih di tingkat kampung.

Menurut Bupati Sri, kemandirian benih merupakan langkah strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi pertanian Berau sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pasokan benih dari luar daerah. “Kemandirian benih adalah kunci memperkuat ekonomi pertanian dan mengurangi ketergantungan petani terhadap benih dari luar daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa jagung telah menjadi salah satu komoditas unggulan Berau. Kampung Samburakat dan Tasuk disebut sebagai contoh nyata keberhasilan petani dalam mengembangkan produksi jagung secara berkelanjutan. Kini, Purna Sari Jaya didorong untuk menyusul, bahkan menjadi pusat produksi benih jagung berkualitas yang mampu memenuhi kebutuhan Berau hingga Kalimantan Timur.

Benih Komposit, Solusi Adaptif Bagi Petani Lokal

Pengembangan penangkaran benih jagung komposit dinilai sangat strategis. Jenis benih ini memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap kondisi agroklimat lokal, dan yang paling penting, bisa diperbanyak secara mandiri oleh petani. Langkah ini diharapkan dapat menekan biaya produksi sekaligus memperkuat kedaulatan pangan di tingkat kampung.

Bupati Sri menekankan pentingnya menjaga kemurnian benih melalui penerapan standar teknis yang ketat. Petani diminta mengikuti seluruh bimbingan dari penyuluh pertanian agar benih yang dihasilkan benar-benar bermutu dan sesuai standar sertifikasi. “Kegiatan ini harus menjadi pendorong bagi peningkatan status Kampung Purna Sari Jaya menjadi kampung maju,” tegasnya.

Pemkab Perkuat Hilirisasi dan Infrastruktur Pertanian

Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Berau kini fokus memperkuat sektor hilirisasi pertanian yang berbasis kerakyatan dan kearifan lokal. Upaya ini mendapat dukungan regulasi melalui Peraturan Bupati Nomor 2 Tahun 2023 tentang Perlindungan Lahan Pertanian. Pemerintah daerah juga terus menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian, peternakan, hingga alsintan berbasis teknologi.

Selain itu, Bupati memberikan instruksi khusus kepada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau untuk melakukan pendampingan intensif, menyusun pemetaan potensi secara lebih akurat, serta mendorong penerapan teknologi yang sesuai kebutuhan petani di lapangan.

“Kita ingin pertanian Berau menjadi maju, mandiri, dan modern,” tutup Bupati Sri.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan komitmen kuat petani, Purna Sari Jaya kini berada pada jalur yang tepat untuk tumbuh sebagai pusat benih jagung komposit yang berdaya saing dan berkontribusi bagi ketahanan pangan Berau maupun Kalimantan Timur. (adv)