TANJUNG SELOR – Pemerintah mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) kepada 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Bulungan. Penyaluran bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) ini ditargetkan rampung pada akhir November

Pantauan di lapangan pada Selasa (25/11), warga Bulungan tampak memadati Kantor Pos Tanjung Selor sejak pagi hari untuk mengambil bantuan BLTS sebesar Rp900 ribu.

Salah satu penerima asal Selimau jika sejak pagi mengantri dan ia mengaku sangat senang karena ini adalah kali pertama dirinya mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

“Saya berterima kasih, ini baru pertama kali dapat bantuan. Sangat senang karena ini perdana,” ujarnya kepada IT-News.id.

Ia mengatakan, informasi mengenai bantuan tersebut diperolehnya dari Ketua RT. Uang yang diterima rencananya akan digunakan untuk membeli kebutuhan dasar, terlebih menjelang perayaan Natal.

“Sangat bersyukur, apalagi menjelang Natal. Bantuan ini nantinya dibelikan perlengkapan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pos Tanjung Selor, Ahyan Fuadi, menyampaikan bahwa lebih dari 7 ribu warga Bulungan terdaftar sebagai penerima BLTS kesejahteraan tersebut.

“Sejak pukul 08.00 WITA hingga 11.00 WITA, tercatat 763 KPM telah menerima bantuan Rp900 ribu,” jelas Ahyan.

Ia memastikan proses penyaluran akan terus dipercepat agar seluruh penerima dapat menerima haknya sebelum akhir November, sesuai target pemerintah pusat. Ahyan juga mengimbau agar dana bantuan digunakan secara bijak.

“Kami berharap bantuan ini dipakai untuk kebutuhan pokok, bukan untuk membeli rokok, judi online, perhiasan, atau pengeluaran tidak penting lainnya,” tegasnya.

Selain Bulungan dengan 7.240 KPM, penyaluran BLTS juga mencakup Kabupaten Tana Tidung (KTT) sebanyak 813 KPM dan Malinau dengan sementara data 2.901 penerima.

Program BLTS ini merupakan upaya pemerintah membantu keluarga kurang mampu. Penetapan penerima dilakukan melalui pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai kategori kemiskinan nasional. (Lia)