Tanjung Redeb – Upaya penguatan literasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Berau mulai menunjukkan dampak luas. Hal ini terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia terhadap program literasi yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Berau.
Tercatat, sebanyak 291 peserta dari 22 provinsi ikut ambil bagian dalam berbagai kegiatan literasi yang difasilitasi Dispusip Berau sepanjang Desember 2025. Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya ketertarikan publik terhadap pengembangan literasi yang dijalankan di Bumi Batiwakkal.
Kepala Dispusip Berau, Yudha Budisantosa, menilai partisipasi lintas daerah tersebut menjadi indikator bahwa literasi tidak lagi bersifat lokal, melainkan telah berkembang menjadi ruang kolaborasi nasional.
“Antusiasme dari luar daerah menunjukkan bahwa program literasi di Berau mendapat respons positif dan perhatian yang cukup luas,” ujarnya.
Menurut Yudha, tingginya jumlah peserta dari luar daerah juga menandakan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Selain itu, Dispusip Berau terus memperluas pendekatan literasi dengan memadukan kegiatan konvensional dan digital. Digitalisasi layanan perpustakaan menjadi salah satu langkah strategis agar akses informasi semakin terbuka, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Penguatan perpustakaan berbasis inklusi sosial juga menjadi fokus, sehingga perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.
“Perpustakaan harus hadir sebagai ruang yang adaptif, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah perkembangan teknologi,” jelasnya.
Dengan jangkauan peserta yang meluas hingga lintas provinsi, Dispusip Berau optimistis gerakan literasi dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Kabupaten Berau. (DVN)

