Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, memastikan bahwa seluruh jembatan yang membentang di atas Sungai Mahakam akan diperbaiki.
Kepada awak media, orang nomor satu di Kaltim itu menegadkan bahwa upaya itu dilakukan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan dan keamanan alur pelayaran.
Ia juga mengungkapkan, proses perbaikan dilakukan agar kondisi jembatan memenuhi standar keselamatan pelayaran, sekaligus tidak membahayakan masyarakat yang melintas di atasnya.
“Perbaikan jembatan dilakukan agar sesuai dengan standar keamanan pelayaran dan menjamin keselamatan masyarakat,” ujar Rudy Mas’ud di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (6/1/2026).
Rudy bilang, selain perbaikan fisik jembatan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim juga akan menata jalur pelayaran Sungai Mahakam secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.
Menurutnya, penataan tersebut akan mencakup pengaturan lalu lintas kapal tongkang, baik yang bermuatan maupun kosong.
Lebih jauh, kata dia, pengawasan alur pelayaran akan melibatkan sejumlah pihak berwenang, termasuk Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda.
“Luasan Sungai Mahakam tidak mampu menampung seluruh kapal tongkang yang melintas. Karena itu, perlu kebijakan yang jelas agar alur pelayaran lebih tertib dan aman,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan kecelakaan, Rudy juga mewajibkan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di kolong jembatan.
CCTV tersebut akan digunakan untuk memantau pergerakan kapal tongkang yang melintas di bawah jembatan.
“Dengan pemantauan melalui CCTV, kita harapkan insiden tabrakan kapal terhadap jembatan bisa diminimalkan,” ujarnya.
Diakhir ketua DPP Golkar Kaltim itu juga menyatakan bahws perusahaan pemilik kapal yang terlibat, dalam insiden tabrakan jembatan wajib bertanggung jawab penuh, termasuk melakukan perbaikan jembatan yang rusak.
“Aktor utama dalam kegiatan pemanduan kapal harus bertanggung jawab apabila terjadi insiden yang membahayakan keselamatan publik,” tegasnya.(*)

