TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan pentingnya kinerja maksimal dari aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat melantik serta mengambil sumpah jabatan 119 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam jabatan administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau, Jumat (13/3/2026).
Dalam arahannya, Sri Juniarsih mengingatkan bahwa ASN memiliki tanggung jawab besar sebagai pelayan masyarakat. Karena itu, ia tidak ingin mendengar adanya pegawai yang bekerja sekadarnya atau tidak menjalankan tugas secara optimal.
“Saya tidak ingin mendengar ada ASN yang tidak maksimal bekerja,” ujarnya di hadapan para pejabat yang baru dilantik.
Ia bahkan menegaskan, aparatur yang tidak memiliki komitmen dalam bekerja sebaiknya mempertimbangkan kembali posisinya sebagai pegawai negeri. Menurutnya, sikap tidak disiplin seperti jarang hadir di kantor, sulit dihubungi saat jam kerja, hingga menghabiskan waktu di tempat nongkrong merupakan perilaku yang tidak pantas dilakukan oleh seorang ASN.
“Kalau dalam seminggu hanya beberapa hari turun kerja, saat ditelepon sulit dihubungi, atau pada jam kerja justru nongkrong di kafe, lebih baik mengundurkan diri saja daripada menjadi PNS tetapi tidak menjalankan tugas dengan baik,” tegasnya.
Bupati perempuan pertama di Berau itu juga meminta para pejabat yang dilantik untuk menjalankan tugas sesuai dengan fungsi masing-masing. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam bekerja serta menjaga sikap dan perilaku agar tetap selaras dengan norma yang berlaku.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan pemerintah, Sri Juniarsih juga mengingatkan agar kondisi tersebut tidak menjadi alasan menurunnya kinerja. Menurutnya, para pejabat tetap harus mampu menjalankan program kerja dengan efektif dan mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi.
“Saya berharap bapak dan ibu dapat segera menyesuaikan diri dengan tugas baru mulai hari ini. Tunjukkan kinerja terbaik, responsif terhadap tantangan, dan mampu mencari solusi untuk setiap persoalan,” ujarnya.
Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 119 PNS resmi menempati jabatan baru, terdiri dari 53 orang dalam jabatan administrator dan 66 orang dalam jabatan pengawas.
Rotasi dan pengisian jabatan ini dilakukan sebagai bagian dari langkah penyegaran birokrasi sekaligus penguatan organisasi perangkat daerah agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik.
Sri Juniarsih menyampaikan bahwa para pejabat yang dilantik telah melalui proses evaluasi dan pertimbangan yang objektif. Penempatan jabatan dilakukan dengan melihat kemampuan serta potensi masing-masing pegawai.
“Kami memilih saudara-saudara melalui penilaian yang objektif dan menilai bahwa saudara mampu menjalankan amanah ini untuk membuat instansi menjadi lebih baik,” katanya.
Ia juga kembali mengingatkan bahwa sumpah jabatan yang telah diucapkan bukan sekadar rangkaian kata dalam seremoni pelantikan. Sumpah tersebut, menurutnya, merupakan komitmen moral dan spiritual yang harus dijaga oleh setiap pejabat.
“Sumpah jabatan yang diucapkan tidak hanya disaksikan oleh kita semua, tetapi juga oleh Allah SWT. Karena itu janji tersebut harus benar-benar dijaga dalam menjalankan tugas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sri Juniarsih menilai profesionalisme aparatur menjadi kunci penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Apalagi di era keterbukaan informasi saat ini, masyarakat dapat dengan mudah menilai dan mengawasi kinerja pemerintah.
“Kinerja kita dipantau oleh masyarakat. Jika kita bekerja tidak maksimal atau asal-asalan, masyarakat pasti akan menilai, bahkan menyampaikannya melalui media sosial,” pungkasnya.(*)

