TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan, Syarwani, secara resmi membuka Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) tematik stunting Senin (30/3).

Kegiatan ini mengusung tema penguatan sinergi dan perencanaan terintegrasi dalam percepatan penurunan stunting guna mewujudkan generasi Bulungan yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Dalam keterangannya, Syarwani berharap para musrembang dapat menjadi titik awal pihaknya dan stakeholder memastikan langkah penurun stunting di Bulungan tahun 2026.

“Hingga saat ini belum ada pengukuran terbaru untuk tahun 2026. Namun, jika mengacu pada data sebelumnya, angka stunting di Kabupaten Bulungan menunjukkan tren penurunan yang cukup baik,” bebernya.

Berdasarkan data yang dirilis hingga 2024, angka stunting nasional berada di kisaran 19,98 persen, sementara Bulungan sudah berada di sekitar 15 persen.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari kerja bersama berbagai pihak sejak beberapa tahun terakhir.

Ia menegaskan bahwa upaya penurunan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari masyarakat, tenaga kesehatan, tokoh agama, hingga pelaku usaha.

“Ini adalah kerja bersama. Kita melibatkan seluruh stakeholder untuk memastikan angka stunting bisa terus ditekan,” ujarnya.

Syarwani menambahkan, melalui forum Pra Musrenbang tematik ini, pemerintah daerah ingin merumuskan langkah-langkah strategis ke depan sekaligus mengevaluasi program yang sudah berjalan.

Meskipun angka stunting di Bulungan sudah lebih rendah dari rata-rata nasional, ia menilai masih diperlukan upaya lanjutan agar angka tersebut bisa terus menurun.

Salah satu fokus utama intervensi adalah edukasi kepada masyarakat. Ia menyoroti masih tingginya angka pernikahan usia dini yang berpotensi meningkatkan risiko stunting.

Oleh karena itu, pemerintah akan memperkuat sosialisasi kepada generasi muda melalui sekolah, tenaga kesehatan, serta tokoh masyarakat dan agama.

Selain itu, pemerintah juga memanfaatkan program nasional, termasuk pemberian makanan bergizi yang menyasar tidak hanya anak sekolah, tetapi juga ibu hamil. .

Hal ini penting karena pencegahan stunting dimulai sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak.

“Edukasi kepada ibu hamil sangat penting agar anak yang dilahirkan nantinya sehat dan terhindar dari gangguan tumbuh kembang,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh, melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah seperti dinas kesehatan, dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta penyuluh keluarga berencana yang tersebar hingga ke tingkat kecamatan.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bulungan menargetkan angka stunting dapat terus ditekan di bawah 15 persen pada 2026.

Syarwani mengaku optimistis target tersebut dapat tercapai jika sinergi dan kolaborasi terus diperkuat.

“Saya yakin dengan kerja bersama, angka stunting di Bulungan bisa terus turun,” tutupnya. (ADV/Lia)