BERAU – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Berau membuka layanan kalibrasi arah kiblat bagi masjid maupun musala yang diduga belum sepenuhnya presisi menghadap ke arah kiblat. Layanan ini diberikan sebagai respons atas temuan perbedaan arah kiblat yang kerap diketahui masyarakat melalui aplikasi penunjuk arah kiblat di telepon genggam.

Kepala Kemenag Berau, Kabul Budiono menjelaskan, perbedaan arah kiblat pada sejumlah rumah ibadah bisa terjadi karena faktor usia bangunan serta metode pengukuran yang digunakan saat awal pembangunan.

“Bisa jadi ada beberapa masjid atau musala yang arahnya sedikit kurang tepat. Apalagi kalau bangunannya sudah lama dan dulu penentuan arah kiblatnya mungkin masih menggunakan alat yang sederhana,” ujar Kabul Budiono saat diwawancarai, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, proses pengukuran arah kiblat tidak bisa dilakukan sembarangan waktu karena memerlukan posisi matahari sebagai acuan utama dalam penghitungan. Oleh sebab itu, pengukuran biasanya dilakukan saat cuaca cerah dan terdapat sinar matahari yang cukup.

“Ketika kami mengukur arah kiblat itu tidak bisa sembarang waktu. Memang bisa dilakukan setiap hari, tetapi harus ada matahari. Kalau cuaca mendung atau gelap seperti sekarang, kami tidak bisa melakukan pengukuran karena membutuhkan pencahayaan untuk mengetahui posisi matahari,” jelasnya.

Kabul menegaskan, Kemenag Berau siap membantu melakukan kalibrasi ulang jika terdapat masjid atau musala yang diduga tidak tepat arah kiblatnya. Bahkan selama Ramadan, pihaknya telah melakukan beberapa kali kalibrasi pada sejumlah rumah ibadah, baik yang baru dibangun maupun yang sudah lama berdiri.

“Kalau ada masjid atau musala yang ditengarai arah kiblatnya kurang tepat, kami siap melakukan kalibrasi. Prinsipnya kami siap melayani jika ada laporan dari masyarakat,” katanya.

Namun demikian, pihak Kemenag mengakui belum dapat melakukan pengecekan secara langsung ke seluruh masjid dan musala di Kabupaten Berau.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk melaporkan kepada Kemenag apabila menemukan indikasi ketidaksesuaian arah kiblat di rumah ibadah di lingkungan mereka.

“Kalau masyarakat merasa masjid atau rumah ibadahnya mungkin tidak sesuai arah kiblatnya, silakan sampaikan kepada kami. Kami akan datang, menelusuri, dan melakukan kalibrasi ulang menggunakan alat yang ada di Kementerian Agama,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa alat kalibrasi yang digunakan Kemenag memiliki tingkat akurasi tinggi. Bahkan, beberapa peralatan yang digunakan serupa dengan alat yang dipakai untuk pengamatan hilal sehingga hasil pengukurannya dinilai lebih presisi dibandingkan aplikasi pada telepon genggam. (atrf)