TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih, mendorong peningkatan kontribusi zakat dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Berau. Hal tersebut disampaikannya dalam acara penerimaan zakat oleh Baznas Kabupaten Berau, dirangkai dengan tausiah Ramadan dan buka puasa bersama.

Dalam sambutannya, Bupati menilai angka komitmen zakat yang ada saat ini masih perlu ditingkatkan, mengingat jumlah mustahik atau penerima manfaat di Berau yang cukup besar.

“Untuk tahun ke depan dari angka Rp1,3 miliar dari perusahaan yang ada, saya rasa itu terlalu kecil untuk mustahik yang ada di Kabupaten Berau,” tegasnya, Senin (02/03/2026).

Ia meyakini zakat yang disalurkan melalui Baznas akan tepat sasaran karena dikelola dan didistribusikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Menurutnya, di tengah kondisi efisiensi anggaran pemerintah daerah saat ini, peran zakat, infak, dan sedekah menjadi sangat penting dalam membantu masyarakat kurang mampu.

Bupati juga menekankan pentingnya pendekatan aktif Baznas kepada seluruh pimpinan perusahaan, tidak hanya perusahaan induk, tetapi juga subkontraktor yang beroperasi di Berau.

“Perusahaan harus berzakat dengan hasil yang ada. Sub-subkontraktornya pun juga harus berzakat dengan hasil yang ada. Tidak boleh digabungkan, karena berbeda dengan CSR,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa zakat memiliki dimensi sosial dan spiritual yang berbeda dengan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sehingga kewajiban tersebut tidak dapat disatukan.

Sambutan Bupati tersebut selaras dengan penyerahan komitmen zakat, infak, dan sedekah dari sejumlah perusahaan di Berau dalam kesempatan itu. Di antaranya PT Buma sebesar Rp25 juta, PT Lati Tanjung Harapan Rp15 juta, Bank Kaltimtara Rp177.731.634.

Pemerintah daerah berharap sinergi antara Baznas, perusahaan, dan pemerintah dapat terus diperkuat, terutama dalam pengumpulan donasi serta penyaluran zakat, infak, dan sedekah bagi mustahik di Kabupaten Berau. (atrf)