Derawan — Warga di kawasan wisata bahari Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, digegerkan dengan penemuan puing besar yang diduga berasal dari benda antariksa di perairan Pulau Semama, Kecamatan Pulau Derawan, pada Sabtu (28/3).

Puing tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan setempat, Juhan Wahyudi alias Kudik, sekitar pukul 10.00 WITA saat sedang membawa tamu wisata melakukan perjalanan laut di sekitar perairan antara Pulau Semama dan Pulau Sangalaki. Saat itu, Kudik melihat benda besar mengapung di laut yang bentuknya tidak lazim seperti material kapal atau alat tangkap nelayan.

Kapolsek Pulau Derawan, AKP Iwan Purwanto mengatakan, Kudik kemudian kembali ke lokasi pada malam harinya bersama rekannya, Muhammad Rifki alias Tutung, menggunakan kapal nelayan untuk mengevakuasi puing tersebut. Benda itu kemudian digandeng dan dibawa menuju daratan Pulau Derawan.

“Puing tersebut saat ini berada di kawasan Pantai Pinus RT 03 Kampung Pulau Derawan dan telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kataya.

Diduga Bagian Roket Long March 5B

Sejumlah pihak yang mengamati ciri fisik material tersebut menduga kuat benda itu merupakan bagian dari payload fairing atau penutup muatan roket Long March 5B (CZ-5B) milik Tiongkok. Dugaan ini muncul karena material memiliki struktur komposit ringan serta terdapat simbol bintang emas yang menyerupai lambang bendera Tiongkok, disertai tulisan teknis dalam aksara Mandarin.

Payload fairing merupakan komponen pelindung yang berfungsi menutup muatan roket saat peluncuran hingga mencapai lapisan atmosfer tertentu. Komponen ini biasanya terlepas saat roket berada di ketinggian tertentu dan dapat jatuh kembali ke Bumi sebagai sampah antariksa.

Tim gabungan dari unsur TNI, kepolisian, dan aparat desa dilaporkan ikut membantu proses evakuasi material tersebut dari laut menuju daratan menggunakan speed boat nelayan. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati mengingat potensi bahaya dari sisa residu bahan kimia.

Penemuan ini juga dikaitkan dengan laporan aktivitas peluncuran roket dari Tiongkok pada awal 2026 yang sempat menimbulkan laporan jatuhnya serpihan benda luar angkasa di wilayah Asia Tenggara, termasuk di sekitar perairan Filipina.

Aparat kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku wisata bahari di kawasan Kepulauan Derawan, untuk tidak menyentuh atau memindahkan benda asing yang ditemukan di laut tanpa melapor kepada pihak berwenang.

Hingga saat ini, instansi terkait masih melakukan identifikasi lanjutan terhadap material tersebut untuk memastikan asal-usul dan jenis komponen secara ilmiah. Aparat juga terus memantau situasi di lokasi guna memastikan keamanan warga dan wisatawan di wilayah tersebut. (*/)