BERAU – Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, geliat belanja bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Berau mulai terasa. Sejumlah komoditas seperti beras, gula, minyak goreng hingga daging perlahan menunjukkan peningkatan permintaan.
Melihat tren tersebut, Dinas Pangan Kabupaten Berau mengingatkan masyarakat agar tidak terbawa suasana dan tetap mengatur pola belanja secara rasional.
Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan peningkatan konsumsi saat Ramadan merupakan hal yang lumrah. Aktivitas sahur dan berbuka membuat kebutuhan rumah tangga otomatis bertambah. Namun, lonjakan itu seharusnya tidak diikuti dengan pembelian berlebihan.
“Biasanya setiap Ramadan belanja meningkat. Itu wajar. Tapi jangan sampai belinya berlebihan dan akhirnya memberatkan keuangan keluarga sendiri,” ujarnya.
Ia menyarankan warga membiasakan diri membuat perencanaan sederhana sebelum pergi ke pasar. Daftar kebutuhan dinilai ampuh menekan godaan belanja impulsif yang sering muncul karena tergiur diskon atau melihat stok yang tampak menipis.
Selain itu, masyarakat juga diminta lebih cermat dalam melihat harga. Selisih harga antar pedagang bisa saja terjadi, sehingga membandingkan sebelum membeli dapat membantu menghemat pengeluaran.
Menurutnya, kemampuan ekonomi setiap keluarga berbeda-beda. Karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat tidak merasa perlu mengikuti pola konsumsi orang lain. Ramadan seharusnya dijalani dengan tenang, bukan justru memicu tekanan karena pengeluaran membengkak.
Dalam kondisi harga komoditas tertentu naik, warga juga disarankan mempertimbangkan bahan alternatif yang lebih terjangkau tanpa mengurangi nilai gizi maupun kebutuhan pokok.
Rakhmadi juga menyinggung soal fenomena panic buying yang kerap muncul menjelang hari besar keagamaan. Ia menilai perilaku memborong barang justru bisa mempercepat kelangkaan dan memicu kenaikan harga di tingkat pedagang.
“Kalau semua belanja secukupnya, stok aman dan harga lebih stabil. Tidak perlu panik,” tegasnya.
Ia memastikan pemerintah daerah terus memantau distribusi dan ketersediaan bahan pokok selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Pengawasan dilakukan untuk memastikan pasokan tetap lancar dan harga terkendali.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang fokus beribadah tanpa dibayangi kekhawatiran soal kebutuhan dapur.(*)

