TANJUNG REDEB – Ketersediaan beras di Kabupaten Berau hingga kini masih mengandalkan pasokan dari luar daerah. Kondisi tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan, yang menilai bahwa produksi padi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.

Data tahun 2024 menunjukkan bahwa petani di Berau baru mampu menghasilkan beras sekitar 40 persen dari total kebutuhan konsumsi daerah. Artinya, sebagian besar kebutuhan pangan pokok itu harus dipenuhi melalui distribusi dari daerah lain.

“Kontribusi beras lokal masih di kisaran 40 persen. Sisanya, sekitar 60 persen, berasal dari daerah pemasok,” ujar Rakhmadi

Menurutnya, situasi ini berbanding terbalik dengan kondisi ideal yang diharapkan pemerintah daerah. Sebelumnya, pasokan lokal pernah berada di posisi dominan sehingga Berau lebih mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangannya.

“Kami ingin kembali ke kondisi di mana produksi lokal mampu menguasai 60 persen kebutuhan. Itu target yang terus kita kejar,” tegasnya.

Rakhmadi menyebut, peningkatan produksi dalam negeri mendesak dilakukan mengingat ketergantungan yang terlalu besar pada pasokan luar rentan terhadap fluktuasi harga dan gejolak logistik.

Sebagai respons, Dinas Pangan bersama OPD terkait kini tengah memperkuat strategi peningkatan produktivitas. Berbagai langkah mulai dari intensifikasi lahan pertanian, penerapan teknologi modern, hingga pendampingan terhadap kelompok tani akan lebih dimaksimalkan.

“Kami akan bersinergi erat dengan Dinas Pertanian dan pihak-pihak yang berperan di sektor hulu hingga hilir untuk mempercepat capaian swasembada,” tambahnya.

Dengan upaya tersebut, Pemkab Berau berharap dalam beberapa tahun ke depan produksi padi lokal bisa meningkat secara signifikan sehingga masyarakat dapat menikmati ketersediaan pangan yang lebih stabil dan berkelanjutan.(Adv/SC)