TANJUNG REDEB – Fenomena pengemis yang kerap mangkal di trotoar kembali menjadi sorotan (19/2). Kehadiran mereka di area publik tersebut dinilai mencerminkan masih adanya masalah kesejahteraan sosial di Kabupaten Berau yang perlu segera ditangani secara tuntas oleh pihak terkait.

Masyarakat berharap pemerintah daerah cepat tanggap dalam melakukan penanganan. Intervensi yang tepat diharapkan mampu memberikan bantuan yang nyata bagi keluarga pengemis tersebut, sehingga mereka tidak lagi menggantungkan hidup di jalanan.

Kepala Dinas Sosial Berau, Iswahyudi, menyampaikan bahwa pihaknya telah berulang kali menangani perihal tersebut. Berbagai upaya telah dicoba, mulai dari pendampingan hingga pemberian fasilitas di rumah masing-masing. Namun, persoalan klasik muncul ketika para pengemis tersebut tetap kembali ke jalanan hanya beberapa hari setelah penanganan dilakukan.

“Kita sudah mendatangi rumahnya, sudah kami fasilitasi dan sebagainya. Sekarang tinggal (peran) Satpol PP,” ucap Iswahyudi, Kamis (19/2).

Ke depannya, diharapkan para pengemis ini mendapatkan tempat yang layak serta pembinaan yang berkelanjutan agar tidak lagi mengganggu ketertiban umum dengan menggunakan trotoar sebagai tempat mencari uang. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk bijak dalam memberi agar tidak secara tidak langsung membuat para pengemis betah beroperasi di area tersebut.

Persoalan semacam ini menjadi tanggung jawab penuh Pemerintah Kabupaten Berau untuk memastikan ruang publik tidak disalahgunakan. Dinas terkait diharapkan tidak hanya terjun langsung ke lapangan, tetapi juga konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat serta bimbingan mental kepada para pengemis agar mereka bisa beralih ke mata pencaharian yang lebih layak.

Harapan besar tertuju pada Pemerintah Kabupaten Berau agar mampu mencapai stabilitas ekonomi yang lebih baik guna menyejahterakan masyarakat secara menyeluruh. Dengan menekan angka kemiskinan lebih jauh, persoalan pengemis diyakini akan lebih mudah teratasi secara fundamental oleh pemerintah. (akti)