TANJUNG REDEB – Menjelang arus mudik dan libur Lebaran, Dinas Perhubungan Kabupaten Berau terus melakukan peningkatan pelayanan di sejumlah pelabuhan. Kepala Bidang Angkutan Dishub Berau, Hendra, menyebutkan peningkatan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama dengan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) dan Syahbandar.

Menurut Hendra, pihaknya telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan KUPP, yang juga merujuk pada Instruksi Menteri Nomor 3 Tahun 2025 terkait penguatan pelayanan dan keselamatan pelayaran. Salah satu perubahan signifikan adalah penempatan petugas KUPP atau Syahbandar yang kini bersiaga langsung di Pelabuhan Sanggam.

“Sebelumnya petugas KUPP tidak stanby di lokasi. Sekarang sudah ada yang bertugas di Sanggam untuk memastikan aspek keselamatan keberangkatan,” ujarnya (03/03/2026).

Tak hanya itu, penataan alur pelayanan penumpang juga diperbaiki. Jika sebelumnya penumpang kerap menunggu di luar area pelabuhan, kini alur masuk hingga ruang tunggu telah diatur lebih tertib dan dilengkapi penunjuk arah yang jelas. Hal ini dilakukan agar pelayanan lebih nyaman, tertata, dan memberikan kepuasan bagi masyarakat maupun wisatawan.

Penempatan petugas KUPP juga dilakukan di sejumlah pelabuhan lain, seperti Tanjung Batu, Teluk Sulaiman, Sanggam, hingga Maratua. Menurut Hendra, pembenahan ini penting karena momentum libur Lebaran juga dimanfaatkan wisatawan untuk berkunjung ke destinasi pesisir, seperti Maratua dan Pulau Derawan.

“Walaupun ini momen hari besar keagamaan, pengunjung bukan hanya dari kalangan muslim, tetapi juga wisatawan dari luar daerah bahkan mancanegara. Ada yang justru memilih datang saat suasana lebih tenang,” jelasnya.

Dari sisi armada, Hendra menjelaskan bahwa Dishub Berau telah mencatat adanya peningkatan jumlah speedboat yang beroperasi. Jika tahun lalu tersedia sekitar 15 unit dan meningkat hingga 27 unit saat mendekati hari H, tahun ini pada masa Ramadan saja sudah tercatat 25 unit speedboat yang disiapkan di Dermaga Sanggam.

“Antusias masyarakat sekarang sulit diprediksi. Bahkan satu atau dua hari setelah Lebaran justru banyak yang berwisata. Ini yang kami antisipasi agar tidak terjadi kekurangan armada,” terangnya.

Terkait keselamatan, setiap penambahan armada akan dibarengi dengan pemeriksaan kelengkapan alat keselamatan. Pada H-7 Lebaran, Dishub bersama instansi terkait akan menggelar ramp check, termasuk pemeriksaan pas kecil, pelampung (life jacket), ring buoy, serta kondisi mesin speedboat.

“Perjalanan ke wilayah kepulauan memakan waktu sekitar dua jam dan kondisi gelombang tidak selalu bisa diprediksi. Karena itu, kelaikan kapal dan mesin menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Hendra menambahkan, informasi kelayakan berlayar juga tetap mengacu pada rekomendasi cuaca dari BMKG dan otoritas pelabuhan.

Dengan berbagai upaya tersebut, Dishub Berau berharap pelayanan transportasi laut selama Lebaran berjalan aman, tertib, dan lancar. (fp*)