TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau memperketat pengamanan seluruh kanal digitalnya, mulai dari aplikasi layanan publik hingga akun resmi media sosial. Penguatan ini dilakukan untuk mencegah peretasan dan penyebaran informasi palsu yang belakangan semakin marak menargetkan instansi pemerintah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Berau, Didi Rahmadi, mengatakan bahwa situasi keamanan digital saat ini menuntut kewaspadaan ekstra. Karena itu, Diskominfo menerapkan pengawasan berlapis terhadap setiap akun dan platform yang berada di bawah naungan Pemkab Berau.

“Kami membangun sistem pengawasan yang lebih ketat, termasuk pemantauan berkala dan pembaruan pengamanan di setiap kanal digital. Beberapa langkah juga dilakukan bersama tenaga ahli agar perlindungan semakin optimal,” ujarnya.

Ia menegaskan, kehadiran akun resmi pemerintah harus memberikan rasa aman bagi masyarakat. Sebab, gangguan atau penyalahgunaan akun dapat menimbulkan kebingungan bahkan merugikan publik.

Selain memastikan keaslian informasi, penguatan keamanan digital juga diarahkan untuk menjaga stabilitas layanan pemerintahan berbasis elektronik. Didi menyebut bahwa tim teknis Diskominfo telah menyiapkan serangkaian tindakan pencegahan yang akan terus disempurnakan seiring munculnya modus serangan baru.

“Ancaman siber selalu berkembang. Maka keamanan sistem juga harus ikut diperbarui. Tujuannya agar seluruh layanan tetap berjalan normal tanpa gangguan,” jelasnya.

Pemkab Berau berharap upaya ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital pemerintah. Didi memastikan seluruh saluran informasi yang digunakan masyarakat sudah berada dalam pengawasan dan perlindungan yang memadai.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap informasi yang diterima masyarakat berasal dari sumber yang benar dan sistem yang sudah terproteksi. Itu penting untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan publik,” tutupnya. (adv)