Samarinda – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan pembangunan jalan darat, yang menghubungkan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dengan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menunjukkan progres signifikan dan berjalan sesuai perencanaan.
Untuk diketahui bahwa Infrastruktur strategis sepanjang kurang lebih 145 kilometer tersebut ditargetkan tuntas pada 2027.
Pasalnya, hingga akhir 2025 kemarin, sebagian besar segmen jalan telah memasuki tahap akhir pengerjaan.
Selain itu, pembangunan ruas Kubar–Mahulu tersebut juga dinilai sangat krusial.
Untuk membuka keterisolasian wilayah pedalaman, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan.
Wakil Ketua I DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan lapangan menunjukkan mayoritas ruas jalan sudah hampir rampung.
Monitoring terakhir dilakukan pada Rabu, 24 Desember 2025, yang merupakan peninjauan ketiga sejak proyek berjalan.
“Monitoring terakhir itu saya lakukan tanggal 24 Desember, dan itu sudah yang ketiga kalinya. Untuk segmen 1 dan segmen 3 sudah selesai 100 persen. Tinggal segmen 2 dan segmen 4, itu kalau saya lihat langsung di lapangan sekitar tinggal lima persen lagi,” ujar Ekti, kepada awak media, Sabty (3/2/2026).
Oleh karena itu, ia berharap sisa pekerjaan di dua segmen tersebut dapat segera diselesaikan, mengingat waktu pelaksanaan masih tersedia.
Ekti bilang, pengawasan yang konsisten menjadi kunci agar target penyelesaian proyek pada 2027 dapat tercapai tanpa hambatan berarti.
Sejak awal pembangunan, ia mengakui sering kali mengingatkan pihak kontraktor pelaksana, agar benar-benar memperhitungkan tantangan geografis di wilayah Kubar–Mahulu.
Kareba kontur wilayah yang berbukit, akses terbatas, serta jarak yang jauh dari sumber material menjadi faktor krusial dalam kelancaran proyek.
“Dari awal saya sudah sering sampaikan, kondisi geografis Kubar–Mahulu itu tidak mudah. Kontraktor harus punya pemecah batu atau crusher sendiri. Kalau material diambil dari luar, jaraknya jauh dan biayanya mahal. Kalau begitu, nanti harga di RAB tidak terpenuhi, dan uangnya tidak cukup,” tegasnya
Selain itu ia mengatakan turut memantau pembangunan jalan Kubar–Mahulu.
Ekti bahkan menyoroti beberapa kerusakan ruas Jalan Trans Kalimantan di Kecamatan Siluq Ngurai, Kutai Barat.
Maka dari itu ia meminta, agar pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan penanganan agar kerusakan tidak semakin parah dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Diakhir politisi Partai Gerindra itu menegaskan, keberlanjutan infrastruktur jalan di wilayah pedalaman seyogianya menjadi perhatian serius.
Mengingat bahwa perannya yang vital dalam mendukung konektivitas antar wilayah di Benua Etam (julukan Kaltim).(*)

