Tanjung Redeb – Pemulihan akses transportasi antara Kampung Mapulu dan Panaan, Kecamatan Kelay, memasuki fase penting. Jembatan Bailey yang dibangun sebagai pengganti sementara akses utama yang rusak akibat banjir besar akhir tahun lalu, kini mulai difungsikan secara terbatas.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau memastikan, jembatan darurat tersebut sudah dapat digunakan pejalan kaki serta pengendara roda dua. Hal ini memungkinkan kembali berjalannya aktivitas dasar masyarakat, termasuk mobilitas anak-anak menuju sekolah.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi mengatakan, pemasangan lantai jembatan telah selesai sehingga jalur utama sudah bisa dimanfaatkan masyarakat.
“Insya Allah, sejak kemarin pejalan kaki dan kendaraan roda dua sudah bisa melintas. Untuk kendaraan roda empat, kami targetkan sekitar dua minggu ke depan,” ujar Junaidi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pekerjaan teknis di lapangan masih terus berlangsung. Tim DPUPR saat ini fokus pada penyempurnaan dan penguatan struktur jembatan untuk memastikan aspek keselamatan sebelum dibuka bagi kendaraan roda empat.
“Lantainya sudah terpasang, tapi masih ada tahapan penguatan struktur. Jadi pekerjaan belum berhenti,” jelasnya.
Proses pembangunan tidak berjalan tanpa kendala. Cuaca hujan dan derasnya arus sungai sempat menghambat pekerjaan, khususnya pada tahap penimbunan oprit jembatan.
Selain itu, konstruksi jembatan kali ini dirancang berbeda dari sebelumnya. Bentang jembatan dibuat lebih panjang dan posisinya dinaikkan sekitar dua meter sebagai langkah mitigasi terhadap potensi banjir di masa mendatang. Konsekuensinya, jumlah segmen Bailey yang digunakan pun bertambah.
Junaidi menilai keberadaan jembatan tersebut sangat krusial bagi kelancaran distribusi logistik serta akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.
“Kami memahami betul betapa pentingnya jembatan ini bagi warga. Karena itu kami berupaya menyelesaikannya secepat mungkin, namun tetap mengutamakan keamanan,” tegasnya.
DPUPR pun mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas, mengingat aktivitas pekerjaan masih berlangsung di sekitar lokasi jembatan. (adv)


