BERAU — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau mulai mematangkan rencana pembangunan Gedung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang digadang menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif baru di daerah. Proyek ini kini memasuki tahap laporan pendahuluan, fokus pada penyusunan konsep desain yang menyesuaikan kebutuhan para pelaku UMKM.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Cipta Karya DPUPR Berau, Hendra Pranata, mengatakan rancangan gedung masih terus dimatangkan. “Sekarang baru tahap awal perencanaan. Kami masih menyusun konsep ruang dan menentukan fasilitas apa saja yang dibutuhkan agar gedung ini benar-benar mendukung aktivitas pelaku UMKM,” ujarnya, Selasa.

Menurut Hendra, tahapan perencanaan dilakukan secara berjenjang, mulai dari laporan pendahuluan, laporan antara, hingga laporan akhir. Setelah seluruh dokumen perencanaan rampung dan anggaran fisik tersedia, barulah proyek itu dapat masuk ke tahap pelelangan pembangunan.

“Semuanya bertahap. Setelah laporan akhir selesai dan anggaran fisik disetujui, baru bisa dilelang untuk pembangunan,” katanya.

Untuk tahap perencanaan, DPUPR mengalokasikan Rp400 juta. Anggaran tersebut khusus untuk penyusunan desain dan dokumen teknis, bukan untuk konstruksi fisik. Besaran anggaran pembangunan baru akan dihitung setelah seluruh desain finalisasi.

Hendra menegaskan, Gedung UMKM berbeda fungsi dengan Mal Pelayanan Publik (MPP), meski keduanya akan dibangun dalam satu kawasan terpadu. “Gedung UMKM fokus pada pembinaan, promosi, dan pengembangan produk lokal. Sementara MPP melayani berbagai urusan administrasi publik,” ucapnya.

DPUPR berharap kehadiran gedung ini dapat mendorong lahirnya pusat ekonomi baru bagi pelaku UMKM di Bumi Batiwakkal, sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif yang selama ini tumbuh di tingkat kampung maupun perkotaan.

“Kami ingin semua tahapan direncanakan secara matang agar hasilnya maksimal dan bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Hendra.(Adv)