Samarinda — Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur Ananda Emira Moeis angkat bicara soal video wawancaranya yang viral di media sosial. Dalam rekaman itu, Ananda terlihat beberapa kali menghentikan penjelasan saat menjawab pertanyaan wartawan.
Menanggapi hal tersebut, Ananda tidak menampik adanya beragam respons dari publik. Ia menyebut kritik yang muncul sebagai hal wajar dalam ruang publik.
“Ke depan saya akan perbaiki cara penyampaian. Tapi saya juga berharap masyarakat melihat substansi yang saya sampaikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, wawancara tersebut berkaitan dengan insiden tabrakan jembatan di Samarinda yang terjadi berulang.
Bahkan, pada hari yang sama saat video itu ramai dibahas, kejadian serupa kembali terjadi pada malam hari.
Menurut Ananda, fokus utama yang ingin disampaikan adalah dorongan kepada instansi terkait agar lebih serius menjalankan tanggung jawab.
“Yang ingin saya tekankan itu soal tanggung jawab pihak terkait agar kejadian seperti ini tidak terus berulang,” katanya.
Ananda juga mengungkapkan saat wawancara berlangsung kondisi kesehatannya kurang baik, sehingga memengaruhi cara penyampaiannya.
Meski demikian, ia memastikan akan menjadikan kritik yang muncul sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki komunikasi ke depan.
“Kritik itu jadi masukan buat saya agar bisa lebih baik,” pungkasnya.(*)

