TANJUNG SELOR – Warga Desa Liagu, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, dibuat geger dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas yang mengapung di aliran Sungai Mangkupalas Gunung, Selasa (17/2/2026) pagi. Penemuan ini sontak mengundang perhatian masyarakat setempat dan aparat kepolisian.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 WITA oleh seorang nelayan pencari kepiting bernama Bardan (46), warga Desa Liagu. Seperti biasa, pagi itu ia menyusuri Sungai Mangkupalas Gunung untuk memeriksa perangkap kepiting yang dipasangnya sehari sebelumnya.

Saat berada di tengah aliran sungai, Bardan melihat sebuah benda mencurigakan mengapung dari kejauhan. Awalnya ia mengira hanya kayu atau tumpukan sampah. Namun, setelah memperhatikan lebih saksama, ia mulai menduga bahwa benda tersebut adalah tubuh manusia.

Merasa takut dan tidak berani mendekat seorang diri, Bardan segera kembali ke desa untuk meminta bantuan. Ia kemudian mengajak tiga rekannya sesama nelayan, yakni Suharto (29), Fadli (37), dan Syahrim (46), untuk bersama-sama memastikan temuannya.

Benar saja, ketika mereka kembali ke lokasi, terlihat jelas sesosok mayat pria yang mengapung di sungai. Kondisi itu membuat suasana mencekam di sekitar lokasi penemuan.

Arus Sungai Mangkupalas saat itu cukup deras. Khawatir jenazah hanyut semakin jauh dan menyulitkan proses evakuasi, Syahrim memberanikan diri mendekat. Dengan hati-hati, ia mengikatkan tali ke kaki korban dan menambatkannya ke akar pohon bakau di tepi sungai.

Langkah cepat tersebut dilakukan agar posisi jenazah tetap aman sambil menunggu aparat kepolisian datang. Setelah itu, para nelayan kembali ke Desa Liagu dan melaporkan kejadian tersebut kepada kepala desa, yang kemudian meneruskan laporan resmi ke Polsek Sekatak sekitar pukul 10.00 WITA.

Kapolresta Bulungan, Kombes Pol Rofikoh Yunianto, melalui Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan, Aipda Hadi Purnomo, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. “Ya benar adanya penemuan mayat, dan tim langsung bergerak cepat begitu menerima laporan dari masyarakat,” bebernya, Rabu (18/2).

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa personel Polsek Sekatak tiba di lokasi sekitar pukul 11.30 WITA dan segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses evakuasi dilakukan bersama warga menggunakan speed ambulance laut milik Desa Liagu.

Jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas Sekatak untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih belum diketahui. Dari hasil pemeriksaan awal di lapangan, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki.

Adapun ciri-ciri sementara korban sebagai berikut:

• Mengenakan celana training berwarna hitam.

• Tidak mengenakan baju saat ditemukan (telanjang dada).

• Tidak ditemukan dokumen identitas maupun barang pribadi di sekitar lokasi.

Kondisi tersebut menyulitkan proses identifikasi awal. Polisi kini menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Selain melakukan olah TKP, polisi juga telah meminta keterangan dari empat saksi yang pertama kali menemukan jenazah. Permohonan visum et repertum (VeR) juga telah diajukan untuk memastikan ada atau tidaknya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Saat ini motif dan penyebab pasti kematian masih dalam proses penyelidikan. Kami terus berupaya mengungkap identitas korban agar dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.

Pihak kepolisian mengimbau kepada warga di wilayah Bulungan maupun daerah sekitar yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera melapor ke Polsek Sekatak atau kantor kepolisian terdekat.

Meski sempat menimbulkan kegemparan di Desa Liagu, situasi keamanan dilaporkan tetap aman dan terkendali. Aparat kepolisian memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap misteri di balik penemuan mayat tanpa identitas tersebut. (Lia)